Sukabumi Update

Bangunan Ruko UMKM di Sriwedari Sukabumi Ambruk Diterjang Longsor, BPBD Ungkap Pemicunya

Kondisi tiga ruko UMKM di Jalan Aminta Azmali, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, yang ambruk akibat pergerakan tanah, Jumat (6/2/2026). (Sumber Foto: BPBD Kota Sukabumi)

SUKABUMIUPDATE.com – Bencana tanah longsor kembali terjadi di kawasan Jalan Aminta Azmali, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jumat (6/2/2026). Meski tidak didahului hujan, material tanah tiba-tiba ambruk dan menghancurkan bangunan ruko yang ditempati tiga pedagang UMKM sekitar pukul 15.30 WIB.

Bangunan yang terdampak diketahui digunakan oleh pedagang sayuran, penjual daging ayam, dan penjual lotek. Peristiwa ini merupakan kejadian berulang di lokasi yang sama, setelah longsor serupa sebelumnya terjadi pada tahun 2025 lalu.

Salah satu pemilik ruko, Ananda (29 tahun), mengungkapkan bangunan ambruk secara mendadak setelah terdengar suara retakan kecil. Ia menyebut para pedagang sempat panik, namun berhasil keluar sebelum bangunan runtuh.

“Bangunan ini tiba-tiba ambruk saja, sempat ada suara retakan-retakan kecil. Saat kejadian pedagang sedang berjualan, alhamdulillah mereka berhasil menyelamatkan diri,” ujar Ananda kepada sukabumiupdate.com, Jumat (6/1/2026).

Ananda menyebut longsor ini adalah rentetan dari pergerakan tanah yang sudah terjadi sejak tahun lalu namun belum tertangani secara permanen.

“Longsor kali ini rentetan dari pergerakan tanah yang telah terjadi sejak tahun lalu dan kembali lagi terjadi sekarang,” katanya.

Baca Juga: Bandung Diguncang Gempa Dangkal, Titiknya Dekat Gunung Manglayang

Selain menimbulkan kerugian materi, lokasi longsor yang berada di bahu jalan kota ini dinilai mengancam keselamatan pengguna jalan karena padatnya aktivitas warga. Ananda menyayangkan lambannya respons instansi terkait untuk melakukan perbaikan permanen sejak longsor pertama tahun lalu.

“Kami sempat mengajukan perbaikan bangunan, cuma sampai sekarang belum ada respons yang baik,” pungkas Ananda.

Hasil Asesmen BPBD Kota Sukabumi

Menerima laporan pada pukul 16.19 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi langsung menerjunkan personel ke lokasi. Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menyatakan longsor dipicu oleh pengikisan tanah (erosi) yang membuat struktur bangunan tidak stabil.

“Setelah menerima laporan, tim kami langsung melakukan pengecekan dan asesmen di lokasi. Hasilnya, longsor disebabkan pengikisan tanah dengan area terdampak kurang lebih sepanjang 12 meter, lebar 4 meter dan tinggi 14 meter,” ungkap Yoseph.

Baca Juga: Geliat Minyak Atsiri di Sukabumi Selatan, Petani Pala Terbantu Paguyuban Jampang Manggung

BPBD bersama unsur TNI, Polri, pihak kecamatan, serta relawan telah melakukan pengamanan area dan pengukuran luas terdampak. Yoseph memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.

“Korban jiwa nihil, pengungsian juga nihil. Saat ini asesmen sudah dinyatakan clear dan kami masih melakukan pendataan lanjutan terkait kerusakan,” tambahnya.

Akibat longsor tersebut, satu unit bangunan warung atau ruko mengalami kerusakan berat. BPBD mencatat kebutuhan mendesak berupa terpal untuk penanganan sementara di lokasi. Sementara nilai kerugian material masih dalam proses penghitungan.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT