Sukabumi Update

Empat Pilar di Sukabumi, Slamet: Ketahanan Bangsa Dimulai dari Desa

Anggota MPR RI drh Slamet, saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Rabu, 4 Februari 2026. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota MPR RI dari daerah pemilihan Sukabumi, drh Slamet, melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam sosialisasi tersebut, Slamet menekankan pentingnya Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai fondasi utama menjaga persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Ia mengingatkan tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga ideologis dan kultural.

Menurut Slamet, masyarakat desa memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa. Nilai gotong royong, toleransi, dan kebersamaan yang hidup di pedesaan merupakan cerminan nyata dari Pancasila yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda.

"Nilai-nilai itu seluruhnya harus senantiasa dipertahankan," kata dia.

Baca Juga: Kasus Sukabumi Jadi Contoh, Slamet Kritik Selisih 10 Ribu Data Desa Bisa Picu Konflik Agraria

Selain sebagai Anggota MPR RI, drh Slamet juga dikenal sebagai Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS. Pengalamannya di parlemen, khususnya di bidang pertanian, pangan, dan lingkungan hidup, memperkuat pandangannya bahwa ketahanan bangsa harus dimulai dari ketahanan masyarakat di tingkat akar rumput.

Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh warga Desa Bojongsawah. Mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk berdialog langsung, menyampaikan aspirasi, sekaligus memperdalam pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara.

"Saya berharap masyarakat tidak hanya memahami konsep kebangsaan secara teoritis, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia yang kuat hanya dapat terwujud jika nilai-nilai dasar bangsa benar-benar hidup di tengah warga," ujarnya. (adv)

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT