Sukabumi Update

Senapan Angin PCP Kaliber 4,5 Mm Jadi Barang Bukti Kasus Anak Tertembak di Sukabumi

Penampakan senapan angin yang lukai bocah perempuan 6 tahun di Kadudampit Sukabumi. (Sumber Foto: SU/Turangga Anom)

SUKABUMIUPDATE.com – Polisi mengamankan senapan angin rakitan jenis PCP (Pre-Charged Pneumatic) kaliber 4,5 mm sebagai barang bukti kunci dalam insiden tertembaknya seorang anak perempuan berusia 6 tahun di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Senjata tersebut disita dari rumah terduga pelaku yang merupakan ayah sambung korban.

Berdasarkan pantauan sukabumiupdate.com, senapan angin PCP yang disita memiliki penampakan cukup masif dengan sejumlah ciri teknis yang mengindikasikan daya tembak tinggi.

Senjata tersebut dilengkapi popor berbahan kayu berwarna cokelat gelap dengan lapisan mengilap. Pada bagian atas laras terpasang tabung udara bertekanan tinggi (tabung bocap) berwarna hitam yang berfungsi menyimpan udara bertekanan sebagai sumber tenaga tembak, sekaligus menjadi ciri khas senapan PCP.

Di bagian atas receiver, tampak teropong bidik (teleskop) berwarna hitam berukuran cukup panjang yang umumnya digunakan untuk meningkatkan akurasi tembakan jarak jauh. Sementara itu, laras panjang senjata dilengkapi muzzle brake atau peredam di bagian ujungnya.

Baca Juga: Bocah 6 Tahun di Sukabumi Kritis Usai Tertembak Senapan Angin, Polisi Periksa Ayah Sambung

Secara teknis, senapan angin jenis PCP dikenal memiliki daya rusak lebih besar dibandingkan senapan angin pompa manual (sharp) atau gejluk. Tekanan udara murni di dalam tabung memungkinkan peluru atau mimis melesat dengan kecepatan tinggi dan daya tembus signifikan.

Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab luka tembak fatal yang dialami korban, meskipun hanya menggunakan peluru standar kaliber 4,5 mm.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli menjelaskan, saat kejadian senapan angin tersebut sedang dibersihkan dan diperbaiki oleh ayah sambung korban berinisial S (35). Namun, yang bersangkutan tidak menyadari bahwa masih terdapat peluru di dalam laras.

“Pada saat senapan angin jenis PCP itu dibongkar bagian popornya, tiba-tiba senjata meletus. Posisi korban berada tepat di depan laras, sehingga peluru mengenai bagian atas pelipis dan tembus ke bagian belakang kepala,” kata Ade Ruli kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (7/2/2026).

Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Cibadak Sukabumi: 17 Rumah Terendam, 5 Jiwa Mengungsi

Usai kejadian, S langsung membawa korban ke Puskesmas Kadudampit. Karena kondisi luka yang cukup parah, petugas medis bersama aparat Desa Gedepangrango segera merujuk korban ke RS Betha Medika Cisaat untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

“Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Betha Medika dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri,” ungkap Ade.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan rumah sakit. Polisi mengamankan barang bukti senapan angin PCP, mengumpulkan keterangan saksi, serta mendalami unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

“Terduga pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan oleh anggota Sat Reskrim. Penanganan perkara selanjutnya dilimpahkan ke Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota,” jelas Ade.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT