Sukabumi Update

Syok Usai Dibegal, Pedagang Sayur Asal Bojonggenteng Sempat Enggan Berjualan

Mami Maki Saybi (29), Pedagang Sayur Asal Bojonggenteng yang Alami Pembegalan. (Sumber : Istimewa.).

SUKABUMIUPDATE.com - Mami Maki Saybi (29), warga Kampung Bojong Kopi RT 15/03, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, masih merasakan dampak dari peristiwa pembacokan yang dialaminya pada Minggu 15 Februari 2026, sekitar pukul 03.30 WIB.

Selain mengalami luka di bagian punggung, Mami juga sempat menghentikan aktivitasnya sebagai pedagang sayur akibat peristiwa tersebut. Dalam sehari-harinya, Mami berdagang sayur di wilayah Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak.

Pada dini hari saat kejadian pembegalan, ia ketika itu hendak berbelanja ke Pasar Parungkuda untuk kebutuhan dagangannya, namun nahas kejadian yang tak diinginkan menimpa dirinya. “Belanja dulu ke Pasar Parungkuda,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga: Cabai Picu Inflasi, Pantauan Harga Bapokting Ramadan Hari Pertama di Sukabumi

Namun setelah mengalami pembacokan dan kehilangan sepeda motor, aktivitasnya pergi berdagang sempat terhenti. Ia mengaku tidak bisa langsung kembali berjualan. “Terhambat. Saya sempat tutup beberapa hari karena masih shock juga,” kata Mami.

Beberapa hari terakhir, warung sayurnya kembali buka. Namun untuk sementara waktu, istrinya yang menjaga dan melayani pembeli. “Hari ini buka. Istri saya yang di situ,” ucapnya.

Selain karena syok, luka sabetan di bagian punggung juga membuatnya kesulitan bergerak. Ia bahkan tidak bisa berbelanja sendiri seperti biasa. Kondisi itu turut berdampak pada penghasilan keluarga.

Baca Juga: Biar Gak Gampang Haus Ikutin Ini! 8 Jadwal Minum Selama Puasa Ramadan

“Iya, betul,” katanya singkat saat ditanya soal penghasilan yang terganggu.

Mami diketahui telah berkeluarga dan memiliki satu anak. Ia menjadi salah satu penopang ekonomi rumah tangganya. Terkait kondisi luka, ia menyebut saat ini sudah mulai membaik meski masih terasa nyeri.

“Sekarang alhamdulillah agak mendingan, cuma nyaut-nyautan masih ada,” ujarnya.

Ia mengaku saat kejadian tidak langsung merasakan sakit. Rasa nyeri baru muncul setelah beberapa waktu. “Setelah kejadian nggak langsung ngerasain sakit, nggak kerasa. Pas sudah lama baru terasa. Saya nggak nyadar, tapi nggak pingsan,” tuturnya.

Baca Juga: Rekomendasi 6 Tempat Ngabuburit Berburu Takjil di Sukabumi, Yuk Sini Jajan

Luka di punggungnya tergolong cukup dalam hingga harus mendapat tiga jahitan dan sempat mengalami pendarahan. “Lumayan, tiga jahitan dalam. Sempat pendarahan juga,” katanya.

Usai kejadian, ia langsung menghubungi keluarga melalui telepon. Keluarga datang menjemput dalam waktu singkat dan membawanya berobat ke Klinik Bebita. “Langsung dibawa ke Bebita,” ujarnya.

Saat ini ia masih menjalani kontrol untuk memastikan kondisi lukanya pulih sepenuhnya. Meski kondisi fisiknya berangsur membaik, ia mengakui masih ada rasa takut. “Kalau trauma, takut ada. Yang saya rasakan waktu itu shock,” katanya.

Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.318,6 Triliun

Ia berharap kepolisian dapat memperketat patroli, terutama pada jam-jam rawan. Ia juga mengimbau pengendara agar tidak melintas sendirian di jalur sepi pada dini hari.

“Kepada pengendara jalan, jangan berani jalan sendiri-sendiri. Mending ikut sama mobil atau kendaraan lain,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus pencurian dengan kekerasan tersebut terjadi di Jalan
Parungkuda-Parakansalak pada Minggu, 15 Februari 2026 sekitar pukul 03.30 WIB.

Korban dibacok di bagian punggung oleh dua pelaku yang berboncengan sepeda motor sebelum sepeda motor miliknya dibawa kabur. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Parungkuda dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT