Sukabumi Update

Resahkan Warga, 25 Pemuda Terlibat Perang Sarung di Cibitung Sukabumi Diciduk Polisi

Puluhan pemuda asal Cibitung Sukabumi yang terlibat perang sarung saat diberikan pembinaan oleh Kapolsek Surade. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki hari kedua bulan Ramadan 1447 H, aksi tawuran bermodus "perang sarung" pecah di wilayah Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jumat (20/2/2026) dini hari. Sedikitnya 25 pemuda diamankan polisi karena diduga terlibat dalam aksi yang meresahkan warga tersebut.

Kapolsek Surade, Iptu Ade Hendra mengatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di Kampung Cibitung, Desa/Kecamatan Cibitung. Polisi segera bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat yang merasa terganggu.

"Diduga tawuran perang sarung yang dilakukan oleh sekira 25 orang pemuda, dan warga sekitar merasa terganggu dengan adanya kejadian tersebut," ujar Ade dalam keterangan tertulis yang diterima sukabumiupdate.com.

Baca Juga: 100 Tatarucingan Sunda nu Bodor Pisan, Lengkap dengan Jawabannya

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Surade bersama personel segera mendatangi lokasi dan berhasil mengamankan seluruh pemuda yang terlibat. Mereka kemudian dibawa ke Markas Komando (Mako) Polsek Surade untuk menjalani pendataan dan pembinaan.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, para pemuda ini diminta membuat surat pernyataan resmi agar tidak mengulangi perbuatannya.

Ade menegaskan bahwa langkah pembinaan ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar para pemuda tidak kembali terlibat dalam aksi serupa. Proses pembinaan turut didampingi oleh orang tua masing-masing.

“Para pemuda sudah diberikan arahan dan pembinaan. Mereka juga membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Selanjutnya kami kembalikan kepada orang tua agar lebih dibina dan diarahkan ke hal-hal yang lebih positif,” ujar Ade.

Baca Juga: Kisah Pilu Ani di Jampangtengah Sukabumi: Lapar, Sakit dan Terancam Terusir dari Kontrakan

Kapolsek juga menitipkan pesan kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hari, guna mencegah terjadinya kembali aksi tawuran yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat sekitar.

Situasi di lokasi kejadian saat ini dilaporkan telah kondusif. Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas di lingkungannya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT