SUKABUMIUPDATE.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi terus menyelidiki kematian NS anak laki-laki berusia 12 tahun warga Kampung Leuwi Nanggung, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Kematian NS viral di media sosial dengan narasi korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) karena banyak ditemukan luka di tubuhnya.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, membenarkan peristiwa tersebut dan menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. "Pagi ini mau otopsi untuk dugaan terhadap narasi (KDRT) tersebut. Kami masih menunggu hasil otopsi," kata Hartono, pada Jumat (20/2/2026).
Kondisi korban saat menjalani perawatan sebelumnya disebut sangat memprihatinkan. Dari rekaman video yang sempat beredar di media sosial saat korban dirawat di RSUD Jampangkulon, terlihat luka lebam cukup parah di bagian wajah, khususnya di sekitar mata yang tampak membiru. Selain itu, terdapat luka terbuka di bagian paha yang diduga menyerupai luka bakar atau akibat cairan panas.
Baca Juga: Resahkan Warga, 25 Pemuda Terlibat Perang Sarung di Cibitung Sukabumi Diciduk Polisi
Dalam video tersebut, ayah korban tampak mendampingi anaknya yang dalam kondisi lemah. Ia memberikan semangat kepada sang anak sebelum akhirnya korban menghembuskan nafas terakhir.
Isu dugaan penganiayaan pun sempat mencuat di tengah masyarakat, termasuk kabar bahwa korban diduga mengalami kekerasan serius, oleh orang tua tiri. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut masih dalam proses pendalaman dan belum dapat disimpulkan sebelum hasil autopsi keluar.
Melalui unggahan di media sosial, ayah korban menyampaikan kesedihan mendalam atas kepergian anaknya. Ia mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelumnya sang anak masih beraktivitas seperti biasa dan bermain bersama keluarga.
Baca Juga: 3 Doa Awal Ramadan agar Puasa Lebih Khusyuk dan Mendapatkan Keutamaannya
"Minggu kemarin masih main dan bercanda, sekarang ayah harus kehilangan untuk selamanya," tulisnya dalam unggahan Facebook.
Jenazah korban kini telah dibawa ke Sukabumi RS Bhayangkara Secapa untuk kepentingan autopsi sebagai bagian dari penyelidikan. Hingga saat ini, polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti guna mengungkap secara terang peristiwa yang sebenarnya.
Kepolisian juga menghimbau masyarakat agar tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi serta menunggu hasil resmi dari tim forensik yang akan menjadi dasar penentuan langkah hukum selanjutnya.
Editor : Fitriansyah