SUKABUMIUPDATE.com - Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga besar Anwar Satibi, ayah dari NS (12), saat jenazah tiba di rumah duka di wilayah Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (20/2/2026).
Jenazah korban sebelumnya dibawa dari RS Bhayangkara Kota Sukabumi setelah menjalani proses autopsi. Setibanya di rumah Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’adi, yang juga merupakan paman (uwa) almarhum NS, sekitar pukul 16.30 WIB, jenazah langsung disalatkan.
Berdasarkan pantauan Sukabumiupdate.com, prosesi pemakaman dilaksanakan sekitar pukul 17.00 WIB di Tempat Pemakaman Keluarga Cimandala, RT 17 RW 06, yang lokasinya tidak jauh dari kediaman Kepala Desa. Adzan pemakaman jenazah pun dilakukan langsung oleh Bakang Anwar As’adi.
Baca Juga: Soal THR Belum Jelas, 2.800 Buruh PT Muara Tunggal Mau Audiensi ke Bupati Sukabumi
Bakang Anwar As’adi meminta seluruh pihak untuk bijak dalam menyikapi berbagai isu yang beredar di media sosial terkait penyebab meninggalnya NS.
“Terkait beredarnya isu di media sosial bahwa meninggalnya almarhum akibat penganiayaan, saya minta semua pihak menyikapi dengan bijak. Yang pasti, almarhum sudah kurang lebih tiga minggu dalam keadaan sakit sebelum meninggal dunia,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (20/02/2026).
Ia menambahkan, apabila memang terdapat dugaan atau isu mengenai penganiayaan, pihak keluarga memilih untuk menunggu hasil resmi autopsi dari pihak berwenang.
Baca Juga: Ayah NS Tak Ingin Menuduh Tanpa Bukti, Pilih Otopsi untuk Ungkap Dugaan KDRT
“Kalaupun ada isu berkembang adanya penganiayaan, kita tunggu hasil autopsi. Jangan sampai ada kesimpangsiuran informasi yang justru menambah duka keluarga,” katanya.
Terkait beredarnya video pengakuan almarhum yang mengarah pada dugaan penganiayaan, Bakang Anwar As’adi mengaku sangat menyayangkan tersebarnya video tersebut.
“Saya sangat menyayangkan video itu beredar, karena saat itu almarhum dalam keadaan sakit parah. Dalam bahasa Sunda, beliau sedang ‘pelayaran’, mendekati sakaratul maut,” ungkapnya dengan nada haru.
Baca Juga: Hasil Autopsi Kematian Anak di Jampangkulon: Ditemukan Luka Bakar di Sejumlah Bagian Tubuh
Pihak keluarga berharap masyarakat dapat menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu hasil autopsi resmi guna memastikan penyebab pasti meninggalnya NS.
Editor : Ikbal Juliansyah