Sukabumi Update

Kondisi Terkini, Penjual Kopi di Jampangtengah yang Sakit dan Terancam Terusir dari Kontrakan

Petugas kesehatan Puskesmas Jampangtengan, Sukabumi saat mendatangi ruman Ani dan melakukan pengecekan kesehatan. Sabtu (21/2/2026). (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Ani (58), pedagang kopi yang biasa berjualan di ruas Jalan Provinsi Jampangtengah–Kiaradua, tepatnya di Kampung Pasir Angin, Desa Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, kini harus berjuang melawan stroke dan asam urat akut yang dideritanya sejak 2018.

Perempuan yang tinggal seorang diri itu menempati bangunan sederhana berukuran sekitar 4 x 5 meter yang sekaligus difungsikan sebagai warung dan tempat tinggal. Dalam tiga bulan terakhir, kondisi kesehatannya dilaporkan semakin menurun.

Pada Jumat (20/2/2026), tim medis Puskesmas Jampangtengah melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi Ani. Kepala Puskesmas Jampangtengah, Sofyan Efendi, mengatakan pemeriksaan dilakukan bersama bidan dan perawat desa.

“Tim medis sudah turun langsung ke Kampung Pasir Angin untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga: NS Meninggal dengan Luka Bakar, Pihak Ponpes Ungkap Kondisi Terakhir

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Ani yang beralamat sesuai KTP di Cibandung, Tegalega, Lengkong, mengeluhkan nyeri pada kaki kiri tanpa riwayat jatuh. Ia juga mengalami penurunan nafsu makan, berkurangnya kemampuan mengecap rasa, serta gangguan penglihatan. Pasien memiliki riwayat asam urat tinggi.

Secara umum, kondisi Ani dalam keadaan sadar penuh dan cukup stabil. Saturasi oksigen tercatat 95 persen, tekanan darah 115/88 mmHg, nadi 92 kali per menit, serta frekuensi pernapasan 20 kali per menit.

Pemeriksaan fisik menunjukkan tidak ada tanda pucat maupun katarak pada mata. Kondisi telinga bersih tanpa infeksi, sementara pada rongga mulut ditemukan beberapa gigi hilang dan plak gigi. Pemeriksaan jantung dan paru dalam batas normal, meski getaran dada sisi kanan teraba lebih tinggi dibanding kiri. Pemeriksaan perut juga tidak menunjukkan kelainan.

Bagian bokong hingga kaki terpantau utuh, tanpa adanya kelumpuhan. Kekuatan otot kedua kaki dan tangan dinilai sama dan dalam kondisi baik.

Baca Juga: Ayah NS Ungkap Dugaan Kekerasan Sempat Dilaporkan Tahun Lalu, Damai Usai Dimediasi

Pemeriksaan penunjang gula darah sewaktu menunjukkan angka 118 mg/dl atau masih dalam batas normal. Penilaian status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) belum dilakukan karena tinggi dan berat badan tidak diukur, meski secara visual pasien terlihat kurus.

Sebagai penanganan awal, tim medis memberikan obat anti nyeri dan obat lambung. Ani juga disarankan menjaga pola makan, mencukupi asupan nutrisi, serta memperbanyak konsumsi air putih.

Puskesmas menjadwalkan pemeriksaan mata pada Kamis mendatang guna memastikan penyebab gangguan penglihatan, sekaligus evaluasi lanjutan kondisi paru, jantung, dan respons terhadap pengobatan.

Pihak puskesmas juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kader kesehatan setempat agar kondisi Ani terus dipantau dan mendapat perhatian berkelanjutan.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT