Sukabumi Update

Isak Tangis Ibu Kandung Iringi Pemakaman NS di Surade Sukabumi

Isak tangis Lisna (berkerudung hitam), ibu kandung NS di depan keranda jenazah anaknya. (Sumber Foto: Tangkapan layar video)

SUKABUMIUPDATE.com - Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga besar Anwar Satibi di Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Jenazah NS (13 tahun), bocah yang kematiannya dinilai janggal, akhirnya tiba di rumah duka pada Jumat sore (20/2/2026).

Setelah menjalani proses autopsi selama tiga jam di RS Bhayangkara Setukpa Polri, jenazah tiba sekitar pukul 16.30 WIB menggunakan mobil ambulans. Kedatangannya disambut isak tangis keluarga dan warga yang telah menyemut di lokasi untuk mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhirnya.

Di tengah kerumunan pelayat, tampak seorang wanita berkerudung hitam tak kuasa menahan tangis di depan keranda jenazah. Ia adalah Lisna (28), ibu kandung NS, yang datang jauh-jauh dari Cianjur bersama nenek korban.

Baca Juga: Hasil Autopsi Kematian Anak di Jampangkulon: Ditemukan Luka Bakar di Sejumlah Bagian Tubuh

Kepala Desa Cipeundeuy sekaligus paman (uwa) almarhum, Bakang Anwar As’adi, mengonfirmasi kehadiran Lisna. Meski telah lama bercerai dengan ayah korban, Lisna tetap menempuh perjalanan dini hari demi melihat wajah buah hatinya untuk terakhir kali.

“Memang benar, itu ibu kandungnya, Lisna. Beliau datang dari Cianjur bersama ibunya. Soal perceraian dengan ayahnya NS memang sudah lama, tapi untuk pastinya saya kurang mengetahui,” jelas Bakang kepada sukabumiupdate.com.

Setelah prosesi pemakaman selesai dilaksanakan secara khidmat pada sore hari, Lisna beserta ibunya langsung bertolak kembali menuju Cianjur pada Jumat malam.

Baca Juga: Ayah NS Tak Ingin Menuduh Tanpa Bukti, Pilih Otopsi untuk Ungkap Dugaan KDRT

Bakang Anwar As'adi, mewakili Pemerintah Desa Cipeundeuy sekaligus keluarga besar, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan warga namun meminta semua pihak untuk tidak memperkeruh suasana.

"Kami keluarga besar sangat berduka atas musibah ini. Atas nama pemerintah desa dan keluarga, kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar almarhum diterima di sisi Allah SWT," ungkapnya.

Keluarga berharap masyarakat dapat menahan diri dari berbagai spekulasi liar di media sosial terkait penyebab kematian NS, sembari menunggu hasil resmi uji laboratorium forensik dari Jakarta.

"Mari kita doakan almarhum mendapatkan tempat terbaik. Terkait proses hukum, kita serahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib," pungkas Bakang.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT