SUKABUMIUPDATE.com – Aktivitas persiapan Pasar Marema di sepanjang Jalan Kapten Harun Kabir, Kota Sukabumi, mulai terlihat sejak Rabu (18/2/2026). Tenda biru dan ratusan lapak pedagang mulai didirikan di sepanjang lokasi yang kerap menjadi pusat perhatian dan perdebatan publik setiap menjelang Idulfitri tersebut.
Langkah persiapan ini menandai kembalinya geliat pasar musiman di kawasan Harun Kabir, setelah pada tahun-tahun sebelumnya sempat ditiadakan karena berbagai pertimbangan mulai dari penataan kota hingga keberatan dari pemilik toko di area tersebut.
Pantauan di lapangan pada Sabtu (21/2/2026) menunjukkan setidaknya ada lebih dari 600 unit lapak yang sedang disiapkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, deretan lapak ini nantinya akan diisi oleh pedagang busana muslim, pakaian anak, perlengkapan ibadah, hingga aksesori.
Salah satu pedagang busana muslim, Zainal (51), mengonfirmasi bahwa pengerjaan tenda sudah dilakukan dalam tiga hari terakhir. Baginya, momen ini adalah kembalinya tradisi yang sempat hilang cukup lama dari kawasan tersebut.
“Baru 3 hari persiapan ini pasang tenda nya, ini udah lama enggak ada pasar marema, seingat saya udah 10 tahunan, pokoknya terakhir 2015,” ujar Zainal saat ditemui sukabumiupdate.com di lokasi.
Baca Juga: Pasar Marema Ramadan 2025 di Kota Sukabumi Resmi Dibatalkan, Ini Pertimbangannya
Zainal, yang sudah berjualan sejak 1998, mengaku Pasar Marema di Jalan Harun Kabir memiliki daya tarik ekonomi yang luar biasa meski lokasinya sering memicu pro dan kontra. Ia memprediksi keramaian akan mencapai puncaknya pada sepuluh hari menjelang Lebaran.
“Pasar marema ini biasanya rame nya 10 hari sebelum lebaran, kalau hari biasa enggak, buka nya semaunya kita sampe malem, bisa dari jam 7 pagi sampe malam bisa jam 10 malam,” jelasnya.
Ia menilai, pasar ini dulu menjadi magnet ekonomi musiman bagi Kota Sukabumi. Pembeli tak hanya datang dari dalam kota, tetapi juga dari luar daerah.
“Semenjak ada pasar marema dulu, sukabumi ini rame, pasar di sini rame, Sukabumi ini paling terkenal lah, orang jampang, sampai cianjur ke sini, ada langganan saya dulu yang belanja orang Cianjur,” ungkapnya.
Baca Juga: Ketua RW Sepakat Dukung Pemkot Sukabumi Tiadakan Pasar Marema Tahun Ini
Dari sisi pendapatan, Zainal mengaku Pasar Marema jauh lebih menguntungkan dibanding hari-hari biasa.
“Bedanya dari pasar biasa, pasar marema ini lebih rame karena semua terpusat di marema, pendapatan juga lebih bagus, lebih besar bisa meningkat pendapatan 50 persen lebih,” katanya.
Zainal kemudian berharap hadirnya kembali Pasar Marema mampu menjadi penggerak ekonomi musiman menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
“Mudah mudahan ke depannya ada terus pasar marema, ini kan udah 10 tahun enggak ada,” pungkas Zainal.
Hingga berita ini terbit, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemkot Sukabumi terkait penyelenggaran Pasar Marema tersebut.
Editor : Denis Febrian