Sukabumi Update

Bawa Golok dan Resahkan Warga, Pria Diduga ODGJ di Tegalbuleud Sukabumi Diamankan

Warga saat mengamankan pria diduga ODGJ yang membawa golok di Tegalbuleud Sukabumi. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Warga Kampung Karang Anyar, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, terpaksa melakukan pengamanan swadaya terhadap seorang pria diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Jumat malam (20/2/2026). Pria tersebut meresahkan warga karena berkeliaran membawa senjata tajam jenis golok.

Aksi pengamanan dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB, setelah warga melaksanakan Salat Tarawih. Langkah tegas ini diambil untuk menjamin keamanan dan keselamatan warga dari potensi bahaya senjata tajam yang dibawa pria tersebut.

Kepala Desa Tegalbuleud, Ramdan Arif Firmansyah, mengungkapkan bahwa pria tersebut merupakan warga dari wilayah Sindangbarang, Kabupaten Cianjur. Kehadirannya di Tegalbuleud dengan membawa senjata tajam ternyata bukan yang pertama kalinya.

Baca Juga: Polisi Sinkronkan Keterangan 16 Saksi dan Temuan Medis Kasus Kematian NS di Jampangkulon

“Kejadiannya sudah tiga kali di wilayah Kampung Karanganyar, Desa Tegalbuleud. Pertama membawa golok di Kampung Bakan Panjang dan diamankan oleh muspika. Kedua membawa golok di Kampung Karanganyar. Ketiga pada 20 Februari 2026 sekitar pukul 09.00 WIB juga membawa golok di Kampung Karanganyar,” ujar Ramdan kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (21/2/2026).

Demi menjaga situasi tetap kondusif di tengah bulan suci Ramadan, lanjut Ramdan, warga akhirnya memutuskan untuk memulangkan pria tersebut ke daerah asalnya.

“Kemarin (setelah diamankan) pria tersebut langsung dibawa oleh warga menggunakan mobil menuju wilayah Cianjur,” tambah Ramdan.

Ramdan menjelaskan, warga mengambil langkah pengamanan terhadap pria diduga ODGJ tersebut juga sebagai upaya mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di bulan suci Ramadan yang membutuhkan suasana aman dan nyaman bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT