SUKABUMIUPDATE.com - Nama Nur Afifah (23), ustadzah muda asal Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, kini tengah menjadi perbincangan publik. Ia berhasil menembus babak 28 besar dalam ajang dakwah nasional Aksi Indosiar 2026, dan dijadwalkan tampil secara langsung pada Selasa (24/2/2026) pukul 02.00 WIB di Indosiar.
Lahir pada 22 Agustus 2002, Nur Afifah dikenal sebagai sosok muda yang aktif di dunia akademik sekaligus dakwah. Ia merupakan mahasiswa double degree di Institut Madani Nusantara Sukabumi sebagai lulusan program studi Komunikasi Penyiaran Islam serta Universitas Insan Cita Indonesia di program studi Digital Neuropsikologi. Selain itu, ia juga merupakan kader Pondok Modern Al-Ghozali Gunung Sindur Bogor.
Perjuangan Sejak 2025
Perjalanan Nur Afifah menuju panggung nasional bukan tanpa proses. Ia mengaku telah mencoba peruntungannya sejak tahun lalu.
“Sejak tahun 2025 saya ikut kompetisi tapi belum rezeki untuk bisa masuk top 28, alhamdulillah di 2026 allah kasih rezeki itu untuk bisa ikut berkompetisi aksi di indosiar,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (22/2/2026).
Kegagalan di tahun sebelumnya tak membuatnya surut. Justru, hal itu menjadi bahan evaluasi dan penguat langkahnya hingga akhirnya berhasil lolos di musim 2026.
Baca Juga: Ibu Tiri Diperiksa, Polisi Temukan Alat Bukti Dugaan Tindak Pidana Kasus Kematian NS
Proses pendaftaran dimulai secara daring, kemudian berlanjut ke tahap wawancara bersama kru Indosiar melalui Zoom.
“Proses pendaftaran itu awalnya melalui online dulu kemudian wawancara, kebetulan saya wawancara difasilitasi oleh pemkot sukabumi, pak wakil Wali Kota, Bobby maulana memfasilitasi dari segi kamera peralatan dan lain lain yang berlokasi di masjid sejuta pemuda, kita bisa wawancara via zoom bersama para kru dari indosiar,” tuturnya.
Dukungan tersebut menjadi salah satu penyemangat bagi Nur Afifah untuk tampil maksimal membawa nama Sukabumi di panggung nasional.
Menyiapkan 15 Tema, Harus Membuat Ulang
Persiapan menuju babak 28 besar pun tidak sederhana. Ia diwajibkan menyiapkan 15 tema materi dakwah. Namun di tengah proses, seluruh materi tersebut harus ia susun ulang karena memiliki kesamaan dengan peserta lain.
“Persiapan materi itu harus menyiapkan 15 tema, tapi qadarullah 15 tema itu ternyata sama dengan peserta lain, jadi saya harus membuat ulang materinya satu satu di sini, dan materinya insyaallah sudah mantap,” ungkapnya.
Baca Juga: Berburu Takjil di China Town Odeon, Kehangatan Ramadan di Kota Sukabumi
Kerja keras itu menjadi bagian dari ikhtiarnya agar setiap aksi yang dibawakan memiliki kekuatan pesan sekaligus ciri khas.
Dakwah untuk Panggung yang Lebih Luas
Bagi Nur Afifah, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan jembatan dakwah yang lebih luas jangkauannya.
“yang mendorong saya untuk mantap mengikuti kompetisi dakwah ini adalah menjadikan sebagai jembatan dakwah, agar dakwah saya lebih bisa banyak didengar oleh masyarakat luas terkhusus di indonesia bahkan sebetulnya yang nonton sampai ke jepang,” katanya.
Ia pun merasakan perbedaan signifikan antara berdakwah di daerah dengan tampil di panggung nasional.
“Perbedaan dakwah di sukabumi dengan tampil di panggung aksi ya bedanya kalau di sukabumi hanya dalam lingkup sukabumi notabene tidak terlalu banyak orang menonton, kalau di panggung aksi dilihat oleh seluruh indonesia bahkan sampai luar negeri,” jelasnya.
Baca Juga: Paket MBG Ramadan Hanya Dibagikan Senin - Kamis: Tak Ada Distribusi Waktu Sahur
Keikutsertaannya di Aksi Indosiar dimaknai sebagai langkah panjang dalam perjalanan dakwahnya.
“Makna keikutsertaan saya untuk perjalanan dakwah ke depannya agar supaya ini dapat menjadi jembatan bagi dakwah saya, supaya bisa lebih banyak didengar oleh orang banyak, bisa bermanfaat untuk banyak orang, khususnya wilayah sukabumi, semoga bisa mengharumkan nama sukabumi,” tuturnya.
Ia pun menitipkan pesan kepada generasi muda di tanah kelahirannya.
“Pesan saya khususnya untuk anak muda sukabumi, saya yakin sukabumi itu memiliki banyak generasi muda yang kompeten, unggul, kreatif, dan mampu mengharumkan nama sukabumi, maka teruslah jadi pemuda yang terdidik, bermanfaat, dan pemuda yang mampu mengharumkan nama sukabumi,” pungkasnya.
Kini, publik Sukabumi menanti penampilan Nur Afifah pada Selasa dini hari nanti, berharap ustadzah muda asal Cikembar itu mampu tampil maksimal dan melangkah lebih jauh di panggung Aksi Indosiar 2026.
Editor : Ikbal Juliansyah