Sukabumi Update

MBG Bergulir Saat Ramadan, Menu Keringan Diterima Pelajar SMP di Kota Sukabumi

Paket Menu Keringan MBG di Ramadan 1447 H, yang di terima pelajar SMPN 4 Kota Sukabumi. (Sumber : SU/Turangga Anom).

SUKABUMIUPDATE.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali bergulir di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Memasuki hari ke-5, pendistribusian MBG mulai dilakukan di sejumlah sekolah, salah satunya adalah di SMPN 4 Kota Sukabumi pada Senin (23/2/2026).

Meski begitu ada perbedaan dengan hari biasa, selama Ramadan menu yang dibagikan berupa makanan kering yang bertujuan agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi pelajar saat berbuka puasa. Paket tersebut diberikan langsung kepada para pelajar di masing-masing kelas dengan pengawasan langsung dari wali kelas.

Mutiara (13), siswi kelas VII.E, mengaku sudah melihat isi paket MBG yang diterimanya. “MBG nya menunya tadi yang aku lihat ada tahu, tempe, apel, ayam, kue, dan kurma,” ujarnya saat ditemui Sukabumiupdate.com, Senin (23/2/2026).

Baca Juga: Ibu Kandung NS Gandeng Kuasa Hukum Usut Kematian Putranya, Ungkap Fakta Masa Lalu

Ia menilai menu MBG selama ini cukup enak dan beragam. Bahkan, ia memiliki menu favorit. “Menu mbg selama ini enak, kadang kalau aku nggak suka biasanya suka dibawa ke rumah. Yang paling suka nasi kuning,” katanya.

Saat ditanya apakah pernah mengajukan permintaan menu tertentu, ia menjawab, “Belum pernah request.” Namun khusus selama Ramadan, ia mengaku menyukai tambahan kurma dalam paket makanan. “Selama ramadan? Aku suka sih kurma,” tambahnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan, Niske Dewintania, menjelaskan bahwa pihak sekolah memang mengajukan permintaan kepada penyedia MBG agar selama Ramadan menu yang dikirim berupa makanan kering.

Baca Juga: Aneka Takjil Menggugah Selera di Alun-Alun Jampangkulon, Spot Favorit Warga Saat Ramadan

“Kita mintanya makanan kering, jadi untuk anak lebih mudah membagikannya. Terus kedua kalau olahan takut dikhawatirkan basi, jadi kita mintanya keringan supaya nanti bisa dimakan pas buka,” jelasnya.

Terkait teknis pembagian, sekolah berupaya agar distribusi tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Idealnya, pembagian dilakukan saat jam istirahat. Namun hal itu tetap menyesuaikan waktu kedatangan dari dapur MBG.

“Sebetulnya kita pengennya pembagian itu di jam istirahat, cuma kadang-kadang tergantung kedatangan dapur MBG nya. Kaya tadi kita kan sampai jam 11 sekolah, misal telat, jadi kita nahan anak dulu dan dibagikan MBG di akhir pembelajaran. Fleksibel sih sebetulnya asal kita harapkan tidak mengganggu jam sekolah, misal tepat waktu jam istirahat, kalau tidak tepat waktu selesai PBM,” paparnya.

Baca Juga: Komisi III DPR Kutuk Keras Kasus Kematian NS di Jampangkulon, Siap Kawal Proses Hukum!

Menurut Niske, pembagian dilakukan serentak di setiap kelas dan dipantau oleh wali kelas masing-masing. “Dibagikan serentak per kelas, dipantau sama wali kelasnya masing-masing,” tambahnya.

Meski demikian, tantangan tetap ada dalam menjaga antusiasme pelajar untuk mengonsumsi makanan bergizi. Nisek menyebut, tidak sedikit pelajar yang kadang merasa bosan atau lebih memilih jajanan lain.

“Ya paling namanya anak-anak kadang bosen, lagi males makan, sering nggak dimakan tapi akhirnya kita selaku wali kelas dan guru banyak memberikan imbauan ke anak-anak ini dari uang pajak kalian loh, ini manfaatnya baik buat tubuh. Namanya anak-anak mereka mungkin lebih suka seblak atau mie ayam, makanya kadang-kadang dari pihak dapur juga melakukan inovasi. Mereka nyediain mie ayam, burger, nasi kebuli dan lain-lain. Mungkin ya supaya itu biar mereka gak bosen,” tandasnya.

Baca Juga: Menaker Minta Swasta Terapkan WFA Saat Lebaran, Cuti Tahunan & Gaji Jangan Dipotong

Dengan penyesuaian menu dan sistem distribusi yang fleksibel, pelaksanaan MBG selama Ramadan diharapkan tetap berjalan optimal tanpa mengganggu proses pembelajaran, sekaligus memastikan kebutuhan gizi pelajar tetap terpenuhi meski menjalankan ibadah puasa.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT