Sukabumi Update

APDESI Sukabumi Beberkan Kendala KDMP, Dana Desa Berkurang hingga Program Tertunda

Ketua DPC APDESI Kabupaten Sukabumi Deden Deni Wahyudin. (Sumber: SU/Ibnu)

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua DPC APDESI Kabupaten Sukabumi, Deden Deni Wahyudin, menyampaikan progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayahnya belum seluruhnya terdata secara rinci oleh APDESI.

Menurut Deden, pihaknya tidak mengetahui secara keseluruhan jumlah desa yang sedang dalam tahap pembangunan fisik koperasi. Ia menyebut, APDESI tidak menerima data detail terkait progres tersebut.

“Secara total keseluruhan yang lagi pelaksanaan pembangunan, kami tidak begitu tahu. Tidak pernah ada informasi resmi berapa yang sudah diproses,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, di lapangan terdapat sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan. Ada desa yang tidak memiliki tanah, ada yang memiliki tanah namun dinilai kurang representatif karena lokasinya jauh, serta ada pula tanah yang berstatus milik PTPN maupun Perhutani.

“Banyak kepala desa yang curhat soal kondisi tanah. Ada yang tidak punya, ada yang punya tapi kurang representatif, ada juga yang statusnya milik perkebunan atau Perhutani,” kata dia.

Baca Juga: Kasus Kematian NS di Jampangkulon Sukabumi Jadi Sorotan KPAI, Sebut Fenomena Filisida

Deden menuturkan, kemungkinan koperasi yang sudah terbangun adalah desa yang lahannya telah tersedia. Namun, untuk jumlah pastinya, APDESI tidak memiliki data karena pembangunan disebut berada di bawah koordinasi pihak Kodim.

“Setahu saya yang membangun fisiknya dikelola langsung oleh Kodim. Pengawasannya juga dari Koramil dan Babinsa setempat,” ujarnya.

Terkait anggaran, Deden merujuk pada regulasi bahwa dana untuk KDMP berasal dari pengalihan dana desa. Ia menyebut dari total Rp60 triliun dana desa secara nasional, Rp40 triliun dialihkan untuk Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara Rp20 triliun tetap disalurkan ke desa.

“Kalau secara regulasi, bendelannya sekitar Rp3 miliar per koperasi untuk pembangunan dan penyediaan sarana. Tapi spesifikasi detail bangunannya saya kurang tahu,” katanya.

Baca Juga: Biarawati Jajakan Takjil, Potret Toleransi Beragama Hangatkan Ramadan di Kota Sukabumi

Ia mengakui, pengalihan dana desa tersebut berdampak pada program yang sebelumnya sudah direncanakan pemerintah desa. Dengan sisa anggaran yang terbatas, kegiatan pembangunan fisik di desa menjadi sangat terbatas.

“Hampir desa menerima sekitar Rp370 jutaan. Untuk kegiatan fisik hampir habis. Dari delapan item dalam Permendes Nomor 16 Tahun 2025, fisik hanya bisa skala kecil dan itu pun kalau masih tersisa,” ujarnya.

Deden juga menyebut sejumlah program seperti bantuan untuk guru ngaji dan tenaga pendidikan keagamaan tidak seluruhnya terakomodasi akibat keterbatasan anggaran.

“Programnya kami dukung karena ini program nasional. Tapi pengalihan dana desa itu yang menjadi keprihatinan teman-teman kepala desa karena banyak program tertunda,” katanya.

Baca Juga: Kuasa Hukum Ibu Tiri Soal Kematian NS, Ungkap Pernikahan dan Jejak Dugaan KDRT Ayah Korban

Meski demikian, ia memastikan seluruh koperasi desa di Sukabumi telah terbentuk dan memiliki akta notaris. Biaya akta tersebut, menurutnya, ditanggung pemerintah pada saat pembentukan.

Terkait keanggotaan, Deden menyebut koperasi terbuka untuk masyarakat umum, tidak hanya perangkat desa. Ia menilai secara konsep program KDMP memiliki tujuan baik untuk mendorong perputaran ekonomi desa.

“Desain programnya bagus untuk memajukan perekonomian masyarakat. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik. Kalau nanti ada kekurangan tentu perlu evaluasi,” ujarnya.

Menanggapi isu bahwa berdirinya KDMP akan membuat ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret tutup, Deden menegaskan hal tersebut tidak benar.

Baca Juga: Apel Pagi Distanhorti Jabar Bahas Penyesuaian Tupoksi, Inovasi Teknologi, dan Ekosistem Pertanian

“Kalau penutupan sepertinya tidak. Informasinya akan bersaing dengan toko-toko yang ada, tapi bukan untuk mematikan usaha masyarakat. Harapannya harga bisa lebih murah untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Ia berharap Koperasi Desa Merah Putih benar-benar memberi manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat kalangan bawah.

“Harapan saya koperasi ini bisa membuktikan bahwa perputaran ekonomi di desa berjalan baik, kebutuhan pangan tercukupi, dan benar-benar untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT