SUKABUMIUPDATE.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi kembali menuai kritik dari orang tua siswa. Hariyanto, salah satu orang tua murid SD Negeri di wilayah Kecamatan Sukabumi, mengeluhkan kualitas dan kepantasan menu MBG edisi ramadan yang diterima anaknya.
Hariyanto mengaku terkejut saat memeriksa makanan yang dibawa pulang oleh anaknya yang duduk di bangku kelas 1 dan kelas 6 SD.
“Pas anak pulang, saya lihat di kulkas. Saya tanya ke anak, ini apa MBG? Pas saya lihat, isinya singkong tiga iris dan kurma tiga buah,” ujar Hariyanto kepada sukabumiupdate.com, Senin (23/2/2026).
Selain singkong dan kurma, Hariyanto melihat adanya campuran makanan yang menyerupai olahan telur atau mayones dengan taburan keju. Namun, hal yang paling ia soroti adalah kondisi fisik makanan tersebut saat dicicipi.
“Saya sempat cicipi singkongnya, rasanya sudah agak asam dan teksturnya licin. Menurut saya, menu seperti ini belum bisa disebut bergizi,” ungkapnya.
Baca Juga: Viral Pekerja Migran Asal Tegalbuleud Dirawat di Dubai, Diduga Disiksa dan Tak Digaji Majikan
Ia mengaku tidak menanyakan secara rinci kepada anaknya apakah menu itu untuk satu hari atau beberapa hari. Namun Hariyanto menduga makanan tersebut untuk satu hari. Sementara berdasarkan informasi yang ia dengar dari orang tua di sekolah lain, pembagian untuk tiga hari disebut berisi susu, roti, telur, jeruk dan kurma.
Lebih lanjut Hariyanto mengungkapkan bahwa sebelumnya anaknya pernah menerima MBG dengan menu berbeda dan menurutnya masih bisa dimaklumi sehingga ia tidak pernah berkomentar.
“Kalau yang lain masih bisa dimaklumi. Ini kan singkong, agak gimana,” katanya.
Hariyanto menegaskan bahwa dirinya bukan tidak bersyukur, namun ia merasa menu singkong kurang pantas jika disandingkan dengan anggaran program nasional tersebut. Terlebih, singkong merupakan komoditas yang sangat mudah ditemukan dengan harga murah di wilayah tersebut.
“Bukannya gak bersyukur. Cuma yang agak pantas aja. Kalau singkong, di sini juga banyak,” ujarnya.
Baca Juga: Biarawati Jajakan Takjil, Potret Toleransi Beragama Hangatkan Ramadan di Kota Sukabumi
Keluhan Hariyanto ternyata mewakili suara banyak orang tua siswa lainnya. Unggahannya di media sosial pun ramai mendapat dukungan dari warganet yang meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pihak pelaksana atau satuan pelayanan.
Hingga berita ini disusun, Hariyanto mengaku belum dihubungi oleh pihak dapur penyedia atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait untuk memberikan klarifikasi.
“Saya malah senang kalau dihubungi dari dapur atau SPPG, saya layanin. Banyak juga (warganet) yang suruh lapor. Saya nunggu dari dapurnya, belum ada,” tegasnya.
Ia kemudian berharap ke depannya ada perbaikan standar menu agar program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan asupan nutrisi yang layak dan berkualitas bagi para siswa.
Editor : Denis Febrian