Sukabumi Update

Ortu Murid TK di Nagrak Keluhkan Paket MBG Ramadan: Soroti Anggaran dan Roti Tanpa Kedaluwarsa

Paket MBG Ramadan yang dikeluhkan ortu murid TK di Nagrak Sukabumi. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) edisi Ramadan di salah satu Taman Kanak-kanak (TK) di wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, menuai kritik dari orang tua murid. Paket konsumsi yang dibagikan sekaligus untuk jatah tiga hari dinilai tidak sebanding dengan pagu anggaran yang ditetapkan pemerintah.

Seorang orang tua murid berinisial M mengungkapkan keraguannya terhadap nilai ekonomi dan kualitas gizi dari paket yang diterima anaknya pada Kamis (26/2/2026). Paket tersebut diklaim sebagai jatah konsumsi hingga Sabtu mendatang.

Isi paket MBG Ramadan yang diterima anaknya pada hari tersebut terdiri dari roti, susu kotak kecil, satu telur asin, satu telur ayam rebus, dan dua buah jeruk.

“Hitungan kasar saya itu sekitar Rp17 ribu keseluruhan,” ujar M kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Menu MBG Ramadan Berisi Singkong Dikeluhkan Ortu Siswa di Sukabumi: Rasanya Asam dan Licin

M membandingkan paket tersebut dengan informasi anggaran MBG yang ia terima, yakni sebesar Rp8.000 per anak per hari. Jika dikumulasikan untuk tiga hari, seharusnya paket tersebut bernilai Rp24.000.

“Kalau Rp8 ribu per hari dikali tiga jadi Rp24 ribu. Itu selisihnya sekitar Rp7 ribu dari hitungan kasar paket yang diterima. Secara logika, perbedaannya cukup jauh,” tuturnya.

Kejadian serupa menurutnya juga terjadi pada periode awal pekan (23-25 Februari), di mana paket tiga hari hanya berisi roti serta kue kemasan, dua susu kotak kecil, dua jeruk, dan satu telur asin.

Selain nilai, ia juga menyoroti kelayakan beberapa item dalam paket. Ia menyebut sebelumnya pernah roti yang diterima tidak mencantumkan label kedaluwarsa maupun informasi kemasan sebagaimana produk pada umumnya.

“Ini kan program pemerintah, tapi rotinya tidak ada tanggal kedaluwarsa atau keterangan di kemasan. Anak saya jadi tidak berani makan,” ujarnya.

Sementara untuk buah dan telur, menurutnya masih dapat diterima. Namun secara keseluruhan, ia menilai komposisi paket tiga hari tersebut belum mencerminkan menu bergizi yang seimbang.

Ia berharap ada penjelasan resmi mengenai standar anggaran dan komposisi menu paket tiga hari tersebut. “Ada evaluasi jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan,” pungkasnya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT