SUKABUMIUPDATE.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, mengakibatkan satu unit rumah panggung mengalami kerusakan. Bangunan milik Dadang (54) di Kampung Cipipisan RT 001 RW 004, Desa Mekarmukti, dilaporkan ambruk sebagian pada Jumat pagi (27/2/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Anggota Tagana Waluran, Asep Abdul Basit mengonfirmasi bahwa insiden ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang melemahkan konstruksi bangunan.
“Pada pukul 08.30 WIB, wilayah Kecamatan Waluran dilanda hujan deras disertai angin kencang yang mengakibatkan rumah milik Bapak Dadang yang dihuni sama cucunya ambruk. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini,” ujar Asep kepada sukabumiupdate.com.
Akibat kejadian tersebut, satu kepala keluarga dengan tiga jiwa terpaksa mengungsi ke rumah orang tua korban. Kerusakan terjadi pada bagian depan dan belakang rumah, dengan estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp25 juta.
"Adapun kebutuhan mendesak, berupa terpal, asbes, makanan siap saji dan perlengkapan memasak," tandasnya.
Baca Juga: Huntara Penyintas Bencana Pabuaran Rusak Diterjang Hujan Angin, Warga Kembali Mengungsi
Kepala Desa Mekarmukti, Dedi, menambahkan bahwa rumah panggung berukuran 4 x 6 meter tersebut memang sudah dalam kondisi rentan. Material kayu dan bambu yang sudah usang tidak mampu menahan beban air hujan dan terjangan angin.
“Rumah tersebut merupakan rumah panggung dengan material bambu dan kayu yang sudah cukup lama. Kami sudah menginstruksikan agar penghuni sementara mengungsi ke rumah orang tuanya demi keselamatan,” ungkapnya.
Tim gabungan langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Penanganan melibatkan unsur Forkopimcam Waluran, antara lain Kasi Trantib, Babinsa, Bhabinkamtibmas, P2BK, TKSK, Pemerintah Desa Mekarmukti, serta dua personel Tagana Kabupaten Sukabumi.
Barang-barang milik korban yang masih bisa digunakan telah diamankan. Pemerintah desa bersama RT/RW setempat juga telah berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi sambil menunggu bantuan lanjutan.
Dedi kemudian mengimbau kepada seluruh masyarakat di Desa Waluran untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Editor : Denis Febrian