Sukabumi Update

Geger di Parungkuda: Bayi Laki-Laki Ditemukan Terbungkus Plastik Hitam di Kebun Warga

Penemuan sesosok bayi laku-laki yang terbungkus kresek hitam di kebun warga Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Senin (2/3/2026). (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Warga Kampung Cipanggulaan RT 04/01, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang masih hidup dalam kondisi terbungkus plastik berwarna hitam di sebuah kebun kosong, Senin (2/3/2026) pagi.

Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Apen sekitar pukul 07.50 WIB, di kebun belakang rumah Enjang.

Ketua RT 04, Dadang Kamaludin, menjelaskan bahwa sebelum penemuan itu, Apen berangkat dari rumahnya yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi untuk mematikan lampu saung.

“Setelah itu berangkat melalui jalan umum, pas tanjakan sedikit sambil pegang satu pohon kecil, dia melihat ada kantong kresek hitam,” ujar Dadang.

Menurutnya, Apen tidak berani menyentuh kantong tersebut karena merasa takut. Ia kemudian kembali dan mengajak Enjang untuk memastikan isi kantong tersebut.

Baca Juga: Persib Hadapi Persebaya, Federico Barba: Kami Ingin Menang!

“Begitu dilihat berdua, ternyata itu bayi. Lalu dia lapor ke saya sebagai RT,” katanya.

Dadang mengaku menerima telepon sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung menuju lokasi kejadian. Ia juga sempat merekam kondisi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Ternyata di dalam kantong kresek hitam itu seorang bayi laki-laki, masih ada tali pusar dan ari-arinya menempel,” ungkapnya.

Selanjutnya, Dadang melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Kompa serta menghubungi Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Ia juga memanggil kader kesehatan untuk memastikan kondisi bayi.

“Saya panggil kader dulu untuk memastikan masih bernyawa atau tidak, lalu ke bidan desa. Karena bidan desa sedang ada di Bunut, akhirnya bayi dibawa ke puskesmas,” jelasnya.

Terkait dugaan pelaku, Dadang menyebut hingga saat ini belum ada kepastian. Berdasarkan data kader kesehatan, terdapat tujuh warga di wilayahnya yang sedang hamil.

Baca Juga: Warga: Penggundulan Lereng Bukit Picu Pergerakan Tanah Cijambe Bantargadung, Ratusan Jiwa Mengungsi

“Kalau dari data ada tujuh orang yang hamil dan itu ada suami istrinya masih ada. Cuma kalau posisi yang ini sementara saya belum cek, mungkin nanti dicek dan didata ulang lagi,” ujarnya.

Ia menuturkan, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan sudah dilakukan pengecekan di lokasi.

“Sudah dilapor sama Bu Kades dan sudah cek TKP,” katanya.

Dadang juga mengimbau warga, termasuk mereka yang tinggal sementara atau indekos di wilayah RT 04, agar melapor dan menyerahkan identitas kepada pengurus RT.

“Seandainya ada warga yang ngekos, saya selalu meminta identitas. Jadi ada datanya di RT 04. Setelah kejadian ini, mohon untuk warganya melapor ke RT,” pungkasnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT