SUKABUMIUPDATE.com - Bayi laki-laki yang ditemukan warga di Kampung Cipanggulaan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (2/3/2026) pagi, langsung dibawa ke Puskesmas Parungkuda untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Puskesmas Parungkuda, dr. Bagus Jatiswara, mengatakan bayi tersebut diantar warga sekitar pukul 08.30 WIB dalam kondisi awal mengalami hipotermia.
“Kalau bayi setengah sembilan pagi diantar masyarakat ke puskesmas, kondisi awal hipotermia. Dari keterangan masyarakat hanya terbungkus kresek, makanya wajar mengalami hipotermia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat tiba di puskesmas bayi masih dalam kondisi ari-ari dan tali pusar yang belum terputus, sehingga langsung dilakukan penanganan bayi baru lahir sesuai standar, termasuk pemotongan tali pusar.
Baca Juga: Geger di Parungkuda: Bayi Laki-Laki Ditemukan Terbungkus Plastik Hitam di Kebun Warga
“Bayi itu masih terhubung ari-arinya pada saat sampai ke puskesmas, jadi dilakukan penanganan bayi baru lahir termasuk pemotongan tali pusar dan ari-arinya,” katanya.
Tim medis kemudian memberikan perawatan di inkubator untuk menstabilkan suhu tubuh bayi.
“Kita sudah lakukan penanganan sesuai standar. Perawatan sementara di inkubator supaya suhunya bagus karena harus stabil,” jelasnya.
Menurut dr. Bagus, pada pemeriksaan pukul 15.00 WIB, kondisi bayi sudah stabil dan menunjukkan perkembangan baik. Bayi juga sudah mampu minum susu formula.
“Sore ini sudah stabil, tadi jam tiga kita cek juga bagus. Kemudian bayi sudah mampu minum susu formula sementara,” ucapnya.
Baca Juga: Warga: Penggundulan Lereng Bukit Picu Pergerakan Tanah Cijambe Bantargadung, Ratusan Jiwa Mengungsi
Bayi tersebut memiliki panjang badan 50 sentimeter dengan berat badan 2,9 kilogram. Dari kondisi ari-ari yang masih menempel, diperkirakan bayi baru dilahirkan pada pagi hari itu.
“Diperkirakan pagi itu baru lahir, karena ari-ari baru nempel dan tidak mendapatkan penanganan yang standar. Kayaknya baru lahir. Jarang bertahan lama dalam kondisi seperti itu kalau tidak segera ditindak,” ungkapnya.
Saat ini bayi masih dirawat di Puskesmas Parungkuda sambil menunggu perkembangan selanjutnya dan koordinasi lintas sektor terkait, termasuk pihak kepolisian dan kecamatan.(adv)
Editor : Asep Awaludin