Sukabumi Update

Akses Geopark Ciletuh Sukabumi Siap Sambut Musim Mudik dan Libur Lebaran 2026

Perbaikan jalan di salah satu titik di Surade menuju kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi | Foto : Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com – Menjelang libur Lebaran dan arus mudik 2026, akses menuju kawasan wisata Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) dan sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi bagian selatan dipastikan siap dilalui wisatawan maupun pemudik.

Kepala Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan (SPPJJ) Wilayah IV Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Entis Sutisna yang akrab disapa Conan, memastikan secara umum kondisi jalan provinsi dalam keadaan baik. Namun demikian, ia mengimbau pengguna jalan agar tetap waspada, terutama karena hujan masih kerap mengguyur wilayah selatan Sukabumi selama Ramadan tahun ini.

“Secara keseluruhan insya Allah jalan aman dilalui. Tetapi pengendara harus tetap hati-hati, apalagi ada beberapa titik rawan longsor, banjir, dan kecelakaan,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Selasa (3/2/2026).

Jalur Loji–Palangpang Siap Dilalui

Salah satu jalur utama menuju kawasan inti Geopark adalah Jalur Sabuk Geopark Ciletuh ruas Loji–Palangpang sepanjang 36 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Simpenan dan Ciemas. Jalur ini menawarkan panorama laut dan perbukitan yang indah, namun memiliki karakter jalan berkelok dengan tanjakan dan turunan cukup tajam.

Deretan pantai yang dapat dinikmati sepanjang jalur ini antara lain Pantai Loji, Cisantri, Sangrawayang, Cipeundeuy, Sedekan Waru, Cisaar, Cilegok hingga Pantai Palangpang. Waktu tempuh Loji–Palangpang sekitar satu jam menggunakan sepeda motor dan satu jam lima belas menit menggunakan mobil.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi jalan provinsi ruas tersebut kini sudah mulai mulus dan layak dilalui kendaraan. Meski begitu, pengendara yang baru pertama kali melintas diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di sejumlah titik rawan.

Baca Juga: Infrastruktur Jadi Harapan Utama, PU Sukabumi: Meski Anggaran Terbatas, Jalan Tetap Priotitas

Beberapa titik yang perlu diperhatikan antara lain:

* Tanjakan Puncak Dini (Km Bdg 169+600, Desa Girimukti): panjang sekitar 800 meter dengan kemiringan ekstrem.

* Tanjakan Cibeas (Km Bdg 160+800, Desa Sangrawayang): rawan longsor.

* Titik banjir Km Bdg 156+740: berpotensi tergenang saat hujan deras.

Puncak Darma–Cimarinjung Rawan Rem Blong

Untuk jalur Puncak Darma–Palangpang, pengendara diimbau ekstra hati-hati saat melintas di kawasan Puncak Darma, Batu Cakup, serta tanjakan dan turunan Cimarinjung sepanjang kurang lebih satu kilometer. Lokasi tersebut dikenal rawan kecelakaan akibat rem blong.

Pengendara disarankan beristirahat terlebih dahulu di Puncak Darma sebelum melintasi leter S Batu Cakup Km Bdg 225+300 menuju turunan Cimarinjung atau tanjakan Sanukri.

Dalam rangka pengamanan mudik dan libur Lebaran, relawan akan disiagakan setiap hari di sepanjang jalur. Posko Lebaran biasanya didirikan di Puncak Dini, Tanjakan Cimarinjung, serta di area Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas.

Baca Juga: Usai Tumbang dari Arsenal, Chelsea Targetkan Tiga Poin Saat Hadapi Aston Villa

Alternatif Akses Menuju Geopark

Selain jalur Loji–Palangpang, wisatawan dapat memilih akses dari arah Palabuhanratu atau Lengkong–Jampangtengah melalui jalan nasional Kiaradua–Jampangkulon. Setelah melintasi hutan Pasir Piring sejauh sembilan kilometer, pengendara masuk ke ruas provinsi Waluran–Mareleng–Palangpang.

Dari simpangan Cimulek menuju Mareleng berjarak sekitar 10 kilometer, kemudian dilanjutkan ke Tamanjaya sejauh empat kilometer. Di kawasan ini, wisatawan bisa beristirahat di objek wisata Bukit Panenjoan.

Perjalanan dilanjutkan menuju Palangpang sejauh 16 kilometer melewati hutan lindung Cipeucang sepanjang dua kilometer yang rawan longsor dan sering dilintasi monyet liar.

Tersedia pula akses jalan kabupaten melalui ruas Paltilu–Tamanjaya dari arah Palabuhanratu. Namun kondisi jalan tersebut masih rusak. Banyak pengendara terjebak masuk jalur ini karena mengikuti aplikasi peta digital. Pengguna jalan disarankan bertanya kepada warga setempat untuk memastikan rute yang aman.

Kondisi Ruas Jalan Lainnya

Untuk ruas provinsi Jampangtengah–Kiaradua sepanjang 11,5 kilometer, kondisinya relatif mulus. Namun sekitar 11 kilometer dari Lengkong ke Kiaradua masih mengalami kerusakan.

Alternatif jalan kabupaten ruas Mataram–Cijaksa yang menghubungkan Kecamatan Lengkong dan Jampangkulon juga masih dalam kondisi rusak.

Sementara itu, ruas provinsi Surade–Ujunggenteng sepanjang 23,4 kilometer saat ini tengah dilakukan pelebaran sepanjang 6,2 kilometer. Lebar jalan yang semula rata-rata 4,5 meter ditingkatkan menjadi 6 meter.

Untuk akses Sukabumi–Sagaranten–Tegalbuleud, pengendara diminta waspada terhadap potensi longsor di Kecamatan Nyalindung serta banjir di Purabaya, Cidolog, dan Rambay saat musim hujan.

Baca Juga: Jalin Silaturahmi Ramadan, Dewan Erpa Perkuat Ukhuwah Bersama Warga Waluran

Destinasi Favorit Tetap Jadi Magnet Wisata

Memasuki wilayah Kecamatan Ciemas, wisatawan akan disuguhi sejumlah titik istirahat dengan panorama memukau seperti Puncak Dini, Puncak Gebang, Puncak Darma, Batu Cakup, Puncak Aher, dan Bukit Soca Cimarinjung. Warung-warung kecil di lokasi tersebut menyediakan kopi panas, makanan ringan, hingga kelapa muda.

Jalur Loji–Palangpang juga menjadi akses menuju sejumlah destinasi unggulan seperti Curug Larangan (Desa Girimukti), Curug Cimarinjung (Desa Ciemas), Bukit Panenjoan (Desa Tamanjaya), Pantai Palangpang, Pantai Mandrajaya, Curug Sodong, dan Curug Cikanteh (Desa Ciwaru).

Selain itu, wisatawan juga dapat mengunjungi Pantai Minajaya di Kecamatan Surade, Pantai Ujunggenteng dan konservasi penyu di Kecamatan Ciracap, Muara Indah Cikaso di Kecamatan Tegalbuleud, serta Curug Cikaso di Kecamatan Cibitung.

Dengan persiapan kendaraan yang matang serta kewaspadaan selama perjalanan, mudik sekaligus berwisata ke kawasan Geopark Ciletuh dan Sukabumi selatan dipastikan tetap aman dan berkesan.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT