Sukabumi Update

Dua Kali di Awal Ramadan, Warga Mandrajaya Sukabumi Cemas Terjadi Banjir Susulan

Banjir akibat luapan Sungai Ciletuh merendam permukiman dan akses jalan di Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Sukabumi. (Sumber : SU/Ragil Gilang).

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi selama bulan Ramadan 1447 H tahun ini yang membuat warga Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, waswas akan terjadinya banjir susulan. Pasalnya, salah satu kawasan desa yang berada di jantung Geopark Ciletuh terletak di bantaran Sungai Ciletuh dan kerap terdampak luapan air.

Banjir yang menerjang sebelumnya menyebabkan akses jalan tertutup, serta lahan pertanian dan permukiman warga terendam air. Berdasarkan informasi warga, banjir langganan biasanya merendam sejumlah dusun, di antaranya Dusun Citangkil dan Dusun Ciawet.

Hamdan (38 tahun), warga Kampung Bantarpanjang, Dusun Citangkil, mengatakan selama bulan Ramadan tahun ini wilayahnya sudah dua kali dilanda banjir. “Selama Ramadan ini sudah dua kali banjir, terjadi pada minggu pertama puasa. Sebelumnya, pada Januari lalu dalam sepekan bisa sampai empat kali banjir,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga: Kematian NS Termasuk Filisida, KPAI: Dibunuh Orang Tua Sendiri

Menurut Hamdan, luapan air dipicu naiknya debit Sungai Ciletuh akibat hujan yang turun terus-menerus, ditambah kondisi air laut Cikadal yang sedang pasang sehingga memperparah aliran sungai.

Ia menjelaskan, ketinggian air di lahan persawahan mencapai sekitar dua meter. Sementara di permukiman warga bervariasi, mulai dari 50 hingga 60 sentimeter, bahkan ada yang mencapai satu meter.

“Kalau di sawah bisa sampai dua meter. Di rumah warga antara 50 sampai 60 sentimeter, bahkan ada yang sampai satu meter,” katanya.

Hamdan menuturkan, letak kampungnya yang berada di tengah membuat wilayah tersebut seperti terkepung saat banjir datang. “Memang kampung kami letaknya di tengah-tengah, jadi kalau banjir ya terkepung semua. Kondisi seperti ini sudah tahunan, bisa dibilang langganan,” ungkapnya.

Baca Juga: Akses Geopark Ciletuh Sukabumi Siap Sambut Musim Mudik dan Libur Lebaran 2026

Warga pun berharap adanya penanganan jangka panjang dari pemerintah agar banjir yang rutin terjadi setiap musim hujan tidak terus berulang dan merugikan masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup dari hasil sawah.

Masyarakat meminta solusi konkret, seperti normalisasi sungai atau pembangunan infrastruktur pengendali banjir, agar kawasan yang menjadi bagian dari Geopark Ciletuh tersebut dapat lebih aman dan nyaman untuk dihuni.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT