SUKABUMIUPDATE.com – Unggahan seorang orang tua siswa mengenai menu keringan Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu SD Negeri di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, mendadak viral di media sosial. Unggahan tersebut menyoroti kesesuaian nilai paket makanan yang diterima siswa dengan anggaran yang dialokasikan.
Melalui akun Facebook Riki Fauzi, orang tua siswa kelas 4 tersebut membagikan video unboxing paket MBG yang dibawa pulang anaknya. Dalam video yang diunggah pada 28 Februari 2026 tersebut, ia menyertakan narasi yang pedas dengan menyebut program tersebut "dijadikan ladang dosa" dan "jalan mulus masuk neraka".
Dalam rekaman itu, Riki memperlihatkan item makanan yang diterima untuk jatah tiga hari, mulai dari dua kotak susu, tiga butir telur, beberapa buah kurma, satu kue bolu, dua kantong keripik tempe, hingga satu kantong kacang goreng.
Ia kemudian mencoba menghitung satu per satu harga item tersebut berdasarkan harga pasaran yang ia ketahui. Menurut estimasinya, total paket untuk tiga hari itu diperkirakan hanya bernilai sekitar Rp25 ribu hingga Rp27 ribu, sementara ia meyakini plafon anggarannya seharusnya mencapai Rp30 ribu.
"Ini (menu) kelas 4 SD, harusnya Rp30 ribu, paling ini kisaran Rp27 ribu, paling mahal yah. Yahh ini paling Rp25 ribuan lah ini, ya lumayan lah ada sisanya buat jalan masuk neraka," ujar Riki dalam video yang hingga Rabu (4/3/2026) telah disukai 4,7 ribu kali dan mendapat ribuan komentar tersebut.
Saat dikonfirmasi, Riki Fauzi membenarkan bahwa video tersebut adalah miliknya. Ia menjelaskan bahwa paket itu merupakan jatah konsumsi untuk hari Kamis, Jumat, dan Sabtu yang dibagikan sekaligus pada hari Jumat. Menurut perhitungannya, total harga pasar menu tersebut tidak mencapai plafon anggaran yang seharusnya.
“Iya, itu untuk tiga hari, Kamis sampai Sabtu, dibagikannya hari Jumat,” ungkap Riki yang juga merupakan pedagang warung tersebut kepada sukabumiupdate.com.
Melalui unggahannya, Riki kemudian berharap adanya transparansi harga pada setiap item menu agar masyarakat dapat mengetahui rincian anggaran secara jelas.
Menanggapi kegaduhan di media sosial tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Ciemas Sukabumi, Hidayatulloh, angkat bicara. Ia menyampaikan apresiasi atas fungsi kontrol yang dilakukan masyarakat demi keberlanjutan dan kebaikan program MBG ke depannya.
“Sebelumnya kami ucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat yang telah menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program ini. Kami akan menerima dengan tangan terbuka ketika ada yang memberi masukan kepada kami karena kami meyakini itu demi kebaikan program ini,” ujar Hidayatulloh, Rabu (4/3/2026).
Ia menegaskan bahwa anggaran MBG dibedakan berdasarkan porsi. Untuk porsi besar, anggaran sebesar Rp10 ribu per hari atau Rp30 ribu untuk tiga hari. Sedangkan porsi kecil sebesar Rp8 ribu per hari atau Rp24 ribu untuk tiga hari.
Hidayatulloh membenarkan bahwa menu keringan MBG yang viral tersebut merupakan paket dari SPPG Ciemas untuk tanggal 26–28 Februari 2025.
“Kalau secara perspektif gizi, menu tersebut mengandung energi 1.852,4 kkal, protein 78,9 gram, lemak 51,1 gram, karbohidrat 280,9 gram, dan serat 21,5 gram,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara anggaran jika dihitung per item dan disesuaikan dengan porsi serta kebutuhan gizi, maka keseluruhan masih berada dalam batas anggaran yang telah ditentukan.
Adapun rincian harga per item untuk porsi kecil yakni susu Ultra Milk Rp6.000, sari kacang hijau Rp4.000, kurma isi 10 Rp4.000, keripik tempe satu kantong Rp2.000, bolu kukus Rp1.500, telur isi dua Rp5.000, dan kacang koro 75 gram Rp3.000 dengan total Rp25.000.
Sementara untuk porsi besar terdiri dari susu Ultra Milk Rp6.000, sari kacang hijau Rp4.000, kurma isi 10 Rp4.000, keripik tempe dua kantong Rp4.000, bolu kukus Rp1.500, telur isi tiga Rp7.500, dan kacang koro 75 gram Rp3.000 dengan total Rp30.000.
Pihak SPPG berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mekanisme anggaran dan kandungan gizi dalam program MBG, khususnya selama bulan Ramadan.
Editor : Denis Febrian