SUKABUMIUPDATE.com – Menjelang arus mudik dan libur Lebaran 1447 H/2026, pengendara yang hendak melintasi jalur selatan Kabupaten Sukabumi diminta meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah titik di ruas Loji–Puncak Dini hingga Surade–Ujunggenteng diketahui rawan kecelakaan maupun bencana alam.
Mandor Bina Marga Provinsi Jawa Barat untuk ruas Loji–Puncak Dini, Erus Ruswandi, menyebutkan ada beberapa lokasi yang perlu perhatian khusus. Di antaranya Tanjakan Puncak Dini di Km Bdg 169+600, Desa Girimukti, dengan panjang sekitar 800 meter dan kemiringan ekstrem.
Selain itu, Tanjakan Cibeas di Km Bdg 160+800, Desa Sangrawayang, juga tergolong rawan longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi. Pengendara juga diminta mewaspadai titik banjir di Km Bdg 156+740 yang berpotensi tergenang ketika hujan deras.
“Pengemudi harus memastikan kondisi kendaraan prima, terutama sistem pengereman, karena kontur jalur cukup berat,” ujar Erus kepada sukabumiupdate.com, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Hendak Putar Balik, Mobil Box Dihantam Avanza di Jalur Lingkar Selatan: Satu Orang Luka
Rawan Rem Blong di Puncak Darma–Cimarinjung
Pada jalur Puncak Darma–Palangpang, kewaspadaan ekstra diperlukan saat melintas di kawasan Puncak Darma, Batu Cakup, serta tanjakan dan turunan Cimarinjung sepanjang kurang lebih satu kilometer. Lokasi tersebut dikenal rawan kecelakaan akibat rem blong.
Pengendara, khususnya kendaraan besar, disarankan beristirahat di Puncak Darma sebelum melewati leter S Batu Cakup Km Bdg 225+300 menuju turunan Cimarinjung atau tanjakan Sanukri.
Untuk mendukung kelancaran dan keselamatan arus mudik, relawan akan disiagakan setiap hari di sepanjang jalur. Posko Lebaran biasanya didirikan di Puncak Dini, Tanjakan Cimarinjung, serta kawasan Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas.
Alternatif Akses dan Kondisi Ruas Lain
Selain jalur Loji–Palangpang, wisatawan yang hendak menuju kawasan Geopark Ciletuh dapat memilih akses dari arah Palabuhanratu atau Lengkong–Jampangtengah melalui jalan nasional Kiaradua–Jampangkulon.
Dari sana, pengendara akan melintasi hutan Pasir Piring sejauh sembilan kilometer sebelum masuk ke ruas provinsi Waluran–Mareleng–Palangpang. Jalur ini juga memiliki titik rawan longsor, terutama di kawasan hutan lindung Cipeucang sepanjang dua kilometer yang kerap dilintasi monyet liar.
Untuk ruas provinsi Jampangtengah–Kiaradua sepanjang 11,5 kilometer, kondisi jalan relatif baik. Namun sekitar 11 kilometer dari Lengkong menuju Kiaradua masih mengalami kerusakan.
Sementara itu, ruas Surade–Ujunggenteng sepanjang 23,4 kilometer saat ini tengah dilakukan pelebaran sepanjang 6,2 kilometer. Lebar jalan yang sebelumnya rata-rata 4,5 meter ditingkatkan menjadi 6 meter guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga: DP3A Sukabumi Dampingi Korban Dugaan Tindak Asusila Pimpinan Ponpes Cicantayan
Adapun akses Sukabumi–Sagaranten–Tegalbuleud juga perlu diwaspadai, terutama potensi longsor di Kecamatan Nyalindung serta banjir di wilayah Purabaya, Cidolog, dan Rambay saat musim hujan.
Erus mengimbau masyarakat tidak sepenuhnya mengandalkan aplikasi peta digital, terutama saat memilih jalur alternatif yang kondisi jalannya belum memadai. Pengendara disarankan bertanya kepada warga setempat untuk memastikan rute aman sebelum melanjutkan perjalanan.
Sebelumnya, Kepala Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan (SPPJJ) Wilayah IV Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Entis Sutisna yang akrab disapa Conan, memastikan secara umum kondisi jalan provinsi dalam keadaan baik. Namun demikian, ia mengimbau pengguna jalan agar tetap waspada, terutama karena hujan masih kerap mengguyur wilayah selatan Sukabumi selama Ramadan tahun ini.
“Secara keseluruhan insya Allah jalan aman dilalui. Tetapi pengendara harus tetap hati-hati, apalagi ada beberapa titik rawan longsor, banjir, dan kecelakaan,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Selasa (3/2/2026).
Editor : Syamsul Hidayat