Sukabumi Update

Menengok Proyek Rp10 Miliar Era Ridwan Kamil yang Kini Mati Suri di Lembursitu

Penampakan sejumlah kios tutup di Pasar Lembursitu Kota Sukabumi, Kamis (5/3/2026). (Sumber Foto: SU/Turangga Anom)

SUKABUMIUPDATE.com - Bangunan Pasar Lembursitu di Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, tampak berdiri kokoh dengan kondisi yang relatif masih baik. Namun di balik bangunan yang terlihat rapi tersebut, aktivitas jual beli di pasar ini justru terlihat sepi.

Padahal beberapa tahun lalu, pasar ini sempat menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi warga di wilayah selatan Kota Sukabumi. Bagi sebagian warga, Pasar Lembursitu juga menjadi alternatif tempat berbelanja selain Pasar Pelita maupun Pasar Gudang yang jaraknya dinilai lebih jauh.

Tingginya aktivitas perdagangan di pasar tersebut bahkan sempat mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Melalui program Pasar Rakyat Jabar Juara, Pemprov Jawa Barat mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk melakukan renovasi Pasar Lembursitu agar lebih tertata dan representatif bagi pedagang maupun pengunjung.

Pasar dengan wajah barunya kemudian diresmikan pada Sabtu, 8 Januari 2022 oleh Gubernur Jawa Barat saat itu Ridwan Kamil bersama Atalia Praratya, didampingi Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Baca Juga: Transformasi Pasar Lembursitu Kota Sukabumi Usai Diresmikan Gubernur Jabar

Namun kondisi pasar yang telah direnovasi tersebut rupanya tidak serta-merta membuat aktivitas perdagangan bertahan lama. Sekitar satu tahun setelah diresmikan, jumlah pengunjung mulai menurun sehingga para pedagang perlahan meninggalkan kios-kios yang mereka tempati.

Kini, hampir tiga tahun setelah peresmian, Pasar Lembursitu mengalami kondisi mati suri. Banyak kios yang tidak lagi beroperasi dan aktivitas jual beli yang dahulu cukup ramai kini jarang terlihat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, menyebut salah satu faktor yang memengaruhi sepinya aktivitas di pasar tersebut adalah perpindahan jalur angkutan umum mobil Elf jurusan Pajampangan ke Terminal Tipe C Sukabumi.

Menurutnya, perubahan jalur tersebut membuat arus penumpang yang sebelumnya sering singgah di kawasan pasar menjadi berkurang.

“Menurut informasi para pedagang karena perpindahan elf ke Terminal Tipe C jadi ada permohonan dari angkot sehingga nanti masuk,” ungkap Een kepada sukabumiupdate.com, Kamis (5/3/2026).

Padahal sebelumnya Pasar Lembursitu tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga merupakan titik transit mobil Elf jurusan Pajampangan-Kota Sukabumi yang membawa banyak penumpang sekaligus calon pembeli ke area pasar.

Untuk menghidupkan kembali aktivitas di pasar tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi berencana menjadikan kembali Pasar Lembursitu sebagai titik transit mobil Elf. Selain itu, angkutan kota trayek 03 jurusan Lembursitu–Odeon yang menjadi penghubung penumpang juga direncanakan kembali ngetem di area pasar.

“Sekarang kan di pinggir jalan kan nanti mah angkot masuk ke sana, elf masuk ke sana. Jadi elf tuh mau ke depan bisa lewat sini (area pasar),” ujarnya.

Baca Juga: FESTA 2026, Langkah Nyata Pemkot Sukabumi Hidupkan Kembali Pasar Lembursitu

Selain penataan akses transportasi, Diskumindag Kota Sukabumi juga berencana melakukan sejumlah perbaikan sarana dan prasarana penunjang pasar. Saat ini Pasar Lembursitu memiliki total 53 kios dan 26 los yang dapat dimanfaatkan pedagang.

“Kami akan melakukan perbaikan sesuai kebutuhan, seperti pemasangan kanopi atau awning untuk tempat menunggu penumpang. Pak Wali juga menginstruksikan pengaspalan area parkir agar pedagang dan pengunjung nyaman,” jelasnya.

Di sisi lain, Diskumindag juga akan berkoordinasi dengan para bandar atau distributor besar agar harga komoditas di Pasar Lembursitu bisa lebih kompetitif dibandingkan pasar lainnya.

“Kemudian saya juga mau komunikasi dan koordinasi dengan para bandar atau pelaku usaha gimana kalau di sini harganya bisa lebih murah dibanding di luar,” lanjutnya.

Saat ini Pemkot Sukabumi juga tengah membuka pendaftaran bagi pedagang yang ingin menempati kios maupun los di Pasar Lembursitu. Promosi dilakukan melalui media sosial maupun pendaftaran langsung di lokasi pasar.

Upaya reaktivasi pasar juga mulai dilakukan selama bulan Ramadan melalui kegiatan Festival Ekonomi Semesta (Festa) yang digelar tanpa biaya bagi pedagang.

“Kita buka pendaftaran dulu, rencana kalo sudah isi langsung aktifkan sambil menunggu aksesibilitas angkutan. Kios paling mahal hanya sekitar Rp3 juta setahun atau Rp8 ribu per hari, sementara los hanya Rp2 ribu per hari,” pungkasnya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT