Sukabumi Update

SPPG Bantah Menu MBG Ramadan di Mandrajaya Sukabumi Tak Sesuai Standar

Ahli Gizi SPPG Ciwaru Ciemas 2, Sen Latue jelaskan Menu MBG di SDN Nyalindung Desa Mandrajaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi | Foto : Dok. Warga

SUKABUMIUPDATE.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciwaru Ciemas 2 Yayasan Istikomah Berdaulat Bermartabat di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, memberikan klarifikasi terkait viralnya menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial.

Viralnya menu MBG tersebut bermula dari unggahan seorang orang tua siswa SDN Nyalindung, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, pada Kamis (5/3/2026). Dalam unggahan tersebut dipertanyakan kualitas gizi menu yang diberikan kepada siswa selama Ramadan, bahkan muncul anggapan bahwa salah satu menu berupa bubur sudah dalam kondisi basi serta menyinggung besaran anggaran program.

Menanggapi hal tersebut, Ahli Gizi SPPG Ciwaru Ciemas 2, Sen Latue, menjelaskan bahwa menu yang dipermasalahkan sebenarnya bukan bubur sumsum, melainkan ubi cream cheese yang dibuat dari bahan dasar ubi dan susu.

“Menunya itu sebenarnya ubi cream cheese, bukan bubur sumsum. Bahannya dari ubi yang dicampur dengan susu,” ujarnya kepada media, Jumat (6/3/2026).

Ia mengakui adanya kendala dalam proses distribusi sehingga menyebabkan sebagian menu berubah rasa dan aroma saat diterima siswa.

Baca Juga: Kenang Masa Nyantri, Wamendikdasmen Fajar Kunjungi Ponpes Sunanul Huda Sukabumi

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada para penerima manfaat. Kami terkendala waktu sehingga proses pendistribusian terlambat. Mungkin ada beberapa yang sudah berubah rasa atau aroma ketika sampai ke penerima,” katanya.

Menurut Sen Latue, secara komposisi gizi menu yang disajikan sebenarnya sudah memenuhi unsur gizi seimbang. Karbohidrat berasal dari ubi cream cheese, protein hewani terdapat pada isi tahu yang berisi daging ayam, sementara protein nabati berasal dari tahu itu sendiri.

Selain itu, paket menu juga dilengkapi buah-buahan sebagai sumber vitamin dan serat serta kurma yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi.

“Ke depan ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk menyusun menu yang lebih sederhana dengan proses distribusi yang lebih tepat waktu,” jelasnya.

Kepala SPPG Ciwaru Ciemas 2, Doni, mengatakan bahwa permasalahan tersebut terjadi karena proses pengolahan menu yang belum sepenuhnya menyesuaikan dengan waktu distribusi.

“Untuk proses saat itu memang ada prediksi yang kurang tepat. Pengolahan belum menyesuaikan waktu, sehingga ada bahan yang sudah diolah pagi hari tetapi baru didistribusikan sore hari,” ungkapnya.

Akibatnya, sebagian menu tidak lagi layak didistribusikan karena terlalu lama menunggu proses pengolahan menu lain.

Baca Juga: Ada Sanksi Berat bagi Pelaku Usaha yang Langgar Aturan Pengunaan Air Tanah

Doni menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satunya dengan menyesuaikan waktu pengolahan makanan dengan jadwal sekolah.

“Kami akan meminimalisir proses memasak agar sesuai dengan jadwal distribusi sekolah. Jangan sampai sekolah sudah bubar sementara kami masih dalam proses pengolahan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa untuk menu tahu yang sempat dipertanyakan kondisinya, pihaknya memastikan masih dalam kondisi layak konsumsi. Sebelum didistribusikan, selalu ada sampel makanan yang dicicipi oleh relawan dapur.

“Untuk tahu sendiri kami sedikit menolak jika disebut tidak layak. Karena sebelum didistribusikan selalu ada contoh menu dan bahkan dimakan oleh relawan. Sampai pagi pun masih bisa digoreng kembali,” jelasnya.

Saat ini jumlah penerima manfaat program MBG yang dilayani oleh SPPG Ciwaru Ciemas 2 mencapai sekitar 2.850 siswa.

Ke depan, pihak SPPG berkomitmen meningkatkan ketelitian dalam pemilihan menu, proses pengolahan, serta waktu distribusi agar makanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan gizi para penerima manfaat.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan protes orang tua siswa terkait menu MBG di SDN Nyalindung, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, viral di media sosial.

Baca Juga: DPMPTSP Sukabumi Tertibkan Izin Usaha PT Pong Codan di Cicurug

Dalam video tersebut, seorang orang tua menyampaikan keberatannya terhadap menu yang diterima anaknya karena dinilai tidak memenuhi standar. Selain itu, orang tua menilai harga untuk menu MBG yang disajikan jauh dari nilai sesuai ketentuan.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT