Sukabumi Update

Film “Anak Ghoib Jalanan”, Sineas Ingin Bangkitkan Sukabumi sebagai Hollywood-nya Indonesia

Sutradara senior Abay bersama sineas lokal Sukabumi tengah menggarap film ‘Anak Ghoib Jalanan’. (Sumber : Istimewa.).

SUKABUMIUPDATE.com - Geliat dunia perfilman di Sukabumi mulai kembali terasa. Sejumlah sineas lokal berupaya menghidupkan kembali citra Sukabumi sebagai salah satu daerah yang pernah dikenal sebagai lokasi favorit produksi film dan sinetron di Indonesia.

Salah satunya terlihat dari proses produksi film berjudul Anak Ghoib Jalanan yang tengah digarap oleh sutradara senior Abay. Film tersebut tidak hanya hadir sebagai karya hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi talenta lokal Sukabumi untuk menunjukkan kemampuan mereka di industri perfilman nasional.

Abay mengatakan, proyek ini sekaligus menjadi langkah untuk membuka peluang kolaborasi antara sineas lokal dengan jaringan industri film yang lebih luas. Melalui keterlibatan production house dari Jakarta serta aktor nasional, ia berharap potensi sumber daya manusia di Sukabumi dapat lebih dikenal.

Baca Juga: Komdigi: Anak di Bawah 16 Tahun Tak Boleh Punya Akun Media Sosial Berisiko

“Ini adalah ekspansi potensi. Kami ingin menunjukkan bahwa Sukabumi memiliki SDM yang sangat mumpuni. Kolaborasi ini adalah pintu masuk agar komunitas lokal bisa berbicara banyak di panggung nasional,” ujar Abay saat diwawancarai Sukabumiupdate.com, melalui sambungan WhatsApp, Kamis (5/3/2026).

Sukabumi sendiri memiliki sejarah panjang dalam dunia produksi film dan sinetron. Keindahan alam, ragam lanskap, hingga bangunan heritage yang masih terjaga membuat wilayah ini kerap dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar. Pada era 1990-an, Sukabumi bahkan sempat dijuluki sebagai “Hollywood-nya Indonesia” karena sering menjadi lokasi syuting berbagai produksi film dan sinetron nasional.

Salah satu sosok yang ikut berperan dalam memperkenalkan Sukabumi ke dunia perfilman adalah Wina Zulfiana. Ia dikenal sebagai seniman yang aktif di bidang seni tari dan pernah mengikuti berbagai kegiatan pertukaran budaya ke mancanegara. Pada awal 1990-an, Wina turut membawa Sukabumi masuk ke peta industri film nasional dengan mendorong wilayah ini dimanfaatkan sebagai lokasi produksi.

Baca Juga: Wabup dan Sejumlah Kadis Dampingi Wamen Dikdasmen Tinjau Sekolah Rakyat di Sukabumi

Sejak saat itu, sejumlah sinetron dan film populer pernah mengambil gambar di Sukabumi. Beberapa di antaranya seperti Keluarga Cemara, Misteri, hingga produksi yang lebih baru seperti film Panggil Aku Ayah. Selain dikenal sebagai pemain sinetron, Wina Zulfiana juga kerap dipercaya menjadi bagian dari tim pencari lokasi untuk berbagai produksi film, baik lokal maupun nasional.

Proses syuting film 'Anak Ghoib Jalanan'.Proses syuting film 'Anak Ghoib Jalanan'. | Istimewa.

Upaya menghidupkan kembali aktivitas perfilman di Sukabumi juga mendapat dukungan dari komunitas kreatif lokal, salah satunya Lapdek Community Sukabumi (LCS). Ketua LCS, Kompol Purn Sunarya Ishak, menilai Sukabumi memiliki potensi besar untuk kembali menjadi salah satu pusat kegiatan produksi film di Indonesia.

Menurut Sunarya, daerah ini pernah melahirkan sejumlah figur publik di dunia hiburan, seperti Desy Ratnasari dan Diah Permatasari. Karena itu, pihaknya kini mendorong proses kaderisasi agar generasi baru aktor dan aktris dari Sukabumi dapat muncul dan melanjutkan jejak tersebut. “Kami tidak ingin estafet itu terputus,” ujar Sunarya.

Ia menambahkan, aktivitas produksi film juga memiliki dampak ekonomi yang cukup besar bagi daerah. Kehadiran kru produksi, pemain, hingga tim kreatif yang datang ke Sukabumi dapat mendorong peningkatan okupansi hotel, menggerakkan sektor kuliner dan UMKM, hingga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui berbagai jasa pendukung.

“Karena itu kami tidak hanya bicara konsep, tetapi berupaya langsung berkolaborasi agar kegiatan produksi film benar-benar terjadi di Sukabumi,” katanya.

Dengan mulai munculnya kembali berbagai produksi film dan sinetron di wilayah tersebut, harapan untuk menghidupkan kembali citra Sukabumi sebagai kota yang ramah bagi industri perfilman pun perlahan kembali tumbuh.

Jika dulu wilayah ini pernah menjadi lokasi favorit para sineas nasional, kini para pelaku industri kreatif lokal berharap kejayaan tersebut dapat kembali terulang.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT