SUKABUMIUPDATE.com – Realisasi pendapatan daerah Kota Sukabumi hingga akhir Februari 2026 tercatat mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mencapai sekitar 16,95 persen.
Kepala Bidang Akuntansi BPKPD Kota Sukabumi, Nurul Leila, dalam unggahannya di media sosial resmi milik pemkot menyampaikan bahwa realisasi pendapatan daerah hingga 28 Februari 2026 mencapai Rp227,77 miliar.
Pendapatan tersebut berasal dari berbagai sumber, di antaranya transfer pemerintah pusat, pajak daerah, retribusi daerah, serta lain-lain pendapatan asli daerah (PAD) yang sah.
Dari total tersebut, dana transfer dari pemerintah pusat menjadi kontributor terbesar dengan nilai mencapai Rp148,51 miliar. Sementara itu, pendapatan dari sektor pajak daerah tercatat sebesar Rp19,35 miliar.
Beberapa sumber pajak daerah yang berkontribusi antara lain pajak reklame sebesar Rp281,6 juta, pajak air tanah Rp90,5 juta, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) Rp672,1 juta, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp2,49 miliar.
Baca Juga: 10 Manfaat Ubi Ungu untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan dan Baik untuk Diet
Selain itu, terdapat pula pendapatan dari opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp3,80 miliar dan opsen bea balik nama kendaraan bermotor sebesar Rp1,74 miliar.
Sumber pendapatan lainnya berasal dari retribusi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan non-BLUD yang mencapai Rp5,69 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp54,20 miliar.
Sementara itu, realisasi belanja daerah Kota Sukabumi hingga akhir Februari 2026 tercatat mencapai Rp169,75 miliar. Rinciannya terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp73,53 miliar, belanja barang dan jasa Rp84,02 miliar, belanja hibah Rp9,59 miliar, serta belanja modal sebesar Rp2,59 miliar.
Nurul Leila, menjelaskan bahwa realisasi belanja tersebut didukung oleh pendapatan daerah yang terus mengalami peningkatan pada awal tahun ini.
Selain itu, saldo rekening kas umum daerah yang dikelola BPKPD Kota Sukabumi hingga 28 Februari 2026 tercatat sebesar Rp75,43 miliar.
Editor : Syamsul Hidayat