SUKABUMIUPDATE.com - Warga membongkar plang nama pondok pesantren milik seorang dai kondang berinisial MSL di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Aksi tersebut terekam dalam video yang diterima redaksi Sukabumiupdate.com, yang memperlihatkan sejumlah warga menurunkan hingga memotong plang nama pesantren menggunakan gerinda.
Dalam rekaman video itu terlihat beberapa warga berkumpul di sekitar lokasi plang. Sebagian di antaranya memegang peralatan untuk membongkar papan nama yang terpasang di pinggir jalan. Jarak antara plang tersebut dengan area pondok pesantren diperkirakan sekitar 100 meter.
Saat Sukabumiupdate.com tiba di lokasi sekitar pukul 23.01 WIB, situasi sudah terlihat sepi. Kerumunan warga tidak lagi tampak di lokasi, sementara plang nama pesantren yang sebelumnya berdiri di tepi jalan sudah tidak terpasang.
Baca Juga: Gempa di Laut Selatan Guncang Kuat Sukabumi, BMKG: Cidolog dan Ciracap IV MMI
Ketua RT setempat, Iwan Setiawan (48), mengatakan pembongkaran tersebut merupakan hasil kesepakatan warga bersama para tokoh masyarakat setempat. Ia menegaskan tindakan itu bukan bentuk aksi anarkis, melainkan langkah pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia menjelaskan, warga khawatir apabila plang pesantren yang memuat nama pelaku masih terpampang dapat memancing kemarahan pihak luar.
“Alasannya kami dari semua pihak, semua tokoh yg ada di cikondang ini sebetulnya bukan anarkis atau apa, justru kita mencegah dari oknum-oknum luar yang takutnya kalau misalkan pelaku masih terpampang takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan. Pertama itu,” ujar Iwan kepada Sukabumiupdate.com di lokasi.
Baca Juga: Strategi Polres Sukabumi Kota Hadapi Arus Mudik di Tengah Rencana Pembukaan Tol Bocimi Seksi 3
Selain itu, kata Iwan, pembongkaran juga dilakukan karena lokasi tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai akses menuju tempat pemakaman umum (TPU) yang berada di kawasan tersebut.
“Keduanya, nantinya maksudnya kita bongkar itu untuk dibikinkan ke depannya jalan TPU karena ini jalan pemakaman juga gitu ya. Oleh karena itu kami sepakat dengan semua tokoh warga kp cikondang ini untuk membongkar gapura tersebut,” katanya.
Iwan mengaku warga merasa sangat kecewa dengan dugaan perbuatan yang menyeret nama dai tersebut. Menurutnya, masyarakat setempat merasa nama baik lingkungan mereka ikut tercoreng.
Baca Juga: Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat di Sukabumi Dimusnahkan
“Bukannya rasa malu lagi justru kita tuh sangat merasa dikotori, muka tokoh-tokoh di sini jadi sangat kecewa lah. Kok seorang ustadz, dai kondang sampai melakukan hal yang tidak senonoh,” ucapnya.
Ia menyebut warga berharap aparat penegak hukum segera menangkap MSL dan memproses kasus tersebut secara adil.
“Ya kalau harapan warga sendiri menginginkan pelaku secepatnya ditangkap dan dihukum seadil-adilnya dengan apa yang dia lakukan thp santri tsb,” katanya.
Baca Juga: Kisah Haru Eja, Anak Yatim Asal Kebonpedes yang Rindu Bertemu Keluarga
Iwan juga meminta aparat kepolisian bergerak cepat dalam menangani kasus yang ramai diperbincangkan tersebut.
“Ya tolong lah aparat bergerak jangan tinggal diam karena ini memang kasusnya ini besar, tidak ada lagi maaf dari warga,” tegasnya.
Umroh dan Misteri Keberadaan Dai Kondang
Menurut Iwan, warga terakhir kali melihat MSL sebelum keberangkatannya menunaikan ibadah umrah, sekitar satu hari sebelum memasuki bulan Ramadan. Sejak saat itu, keberadaan yang bersangkutan tidak diketahui.
Baca Juga: Kasus Pelecehan dan Amukan Kampak di Cicurug, Suami Korban Tunggu Hasil Tes Kejiwaan Pelaku
“Pas mau berangkat umroh. Satu hari sebelum puasa. Belum ada kabar apalagi orangnya ga sama sekali lihat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pondok pesantren tersebut berdiri pada 17 Juli 2021. Saat ini kondisi bangunan terlihat kosong karena keluarga MSL sudah tidak lagi berada di lokasi.
“Keluarganya udah pada ga ada sekarang, kosong, satu pun nggak ada,” katanya.
Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Pembacokan 5 Jukir di RE Martadinata Sukabumi
Dalam keseharian, lanjut Iwan, sosok MSL awalnya dikenal cukup baik oleh masyarakat. Bahkan beberapa warga di sekitar lingkungan tersebut pernah diberangkatkan umrah olehnya. Namun belakangan sikapnya dinilai berubah.
“Sebetulnya memang sebelum kejadian juga udah sering terjadi sampai warga di sini juga, egonya mungkin terlalu tinggi, sampai warga setempat yang paling deket juga cuek. Tinggal di sini memang kelihatannya baik, segimana dia ustadz,” ungkapnya.
Iwan juga menyebut dugaan persoalan serupa sebelumnya pernah muncul, namun saat itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Baca Juga: Masih Ada Perbaikan, Pembukaan Jalur Fungsional Tol Bocimi Seksi 3 Diundur
“Sebelumnya memang pernah tapi alhamdulillah waktu itu bisa didamaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.
Meski demikian, warga mengaku tidak menyangka dugaan kasus yang menyeret nama dai tersebut kembali mencuat dan ramai diperbincangkan publik.
“Pertamanya baik, bagus malah banyaklah orang-orang di sekitar sini juga diberangkatkan umroh oleh dia tapi kita kan nggak tahu isi hati dan kepalanya, kesini dari tahun sebelumnya memang agak arogan,” kata Iwan.
Baca Juga: Komisi II DPRD Kota Sukabumi Minta BPKPD Serius Awasi Laporan Wajib Pajak Daerah
Di waktu yang bersamaan, sukabumiupdate.com juga mencoba melakukan konfirmasi langsung ke pihak pesantren terkait isu yang berkembang. Namun saat tiba di lokasi, tidak ditemukan siapa pun di area pesantren, baik pimpinan maupun keluarga MSL.
Pesantren Tutup Santri Dipulangkan
Informasi yang dihimpun dari warga setempat menyebutkan para santri dan santriwati beserta seluruh penghuni pesantren telah dipulangkan, dan aktivitas di pesantren tersebut dihentikan sejak beberapa waktu lalu setelah kasus yang menyeret nama MSL menjadi viral.
Sementara itu, pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan resmi berkaitan dengan perkembangan kasus ini.
Editor : Fitriansyah