Sukabumi Update

Warga Panik, P2BK Gegerbitung Pantau Dampak Gempa M4,2 Sukabumi

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, Hidayat (Sumber: Dok p2bk)

SUKABUMIUPDATE.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu, 15 Maret 2026, sempat membuat warga panik. Getaran gempa dangkal tersebut diperkirakan berpusat di wilayah Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung.

Sebelumnya, Kabupaten Sukabumi diguncang gempa M4,2 dengan perkiraan episentrum berada di wilayah Karangjaya. Getaran gempa dirasakan cukup luas di Jawa Barat.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, Hidayat, mengatakan getaran gempa sempat menimbulkan kepanikan warga meski hanya berlangsung singkat. Ia menyebut sebagian warga sempat keluar rumah untuk memastikan kondisi sekitar.

Baca Juga: Legislator Jabar M Jaenudin Ingatkan Bahaya TPPO, Dorong Pekerja Migran ke Jepang

“Sempat ada kepanikan, tapi warga juga sudah kembali masuk ke dalam rumahnya masing masing, saya masih memantau dan komunikasi dengan wilayah terdampak di titik titik gempa,” kata Hidayat saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com, Minggu dini hari (15/3/2026).

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pemantauan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada kerusakan maupun dampak lain akibat gempa tersebut. Komunikasi dengan aparat desa dan warga juga terus dilakukan untuk memantau situasi di lapangan.

Sementara itu, sejumlah warga juga membagikan pengalaman mereka saat merasakan getaran gempa melalui kolom komentar media sosial sukabumiupdate.com. Salah satunya datang dari akun Fitrah Fitriyanti yang menuliskan, “daerah Gerbi (Kecamatan Gegerbitung) kerasa kenceng banget”.

Baca Juga: Hari Pertama Buka, Jalur Fungsional Tol Bocimi Seksi 3 Hanya Sampai Pukul 17.00 WIB

Komentar serupa juga disampaikan warganet lainnya. Akun Tri Yonif menuliskan pengalamannya saat gempa terjadi. “tidur sampe loncat gara gara kaca kamar hampir pecah,” tulisnya.

Meski sempat membuat warga kaget, hingga kini belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Petugas BPBD di tingkat kecamatan masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi tetap aman.

Parameter Update Gempa Dangkal

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika merilis data terbaru gembumi yang mengguncang Sukabumi Jawa Barat, Minggu (15/3/2026) pukul 00.36 WIB.

Baca Juga: Perusahaan Diimbau Terapkan Work From Anywhere Saat Libur Nyepi dan Lebaran 2026

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo  M=4,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6.97 LS dan 106.98 BT, atau tepatnya berlokasi di darat  8 km Tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 5 km (Sebelumnya 10 km). 

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ungkap Dr Hartanto dalam rilis BMKG Bandung.

Berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) dan laporan masyarakat, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di wilayah Nyalindung dengan Skala Intensitas IV MMI, Sukabumi, Kabandungan, Tugubandung, Cipeuteuy Cihamerang Mekarjaya Cianaga dengan Skala Intensitas III-IV MMI, Cianjur kota, Cipanas, Kalapanunggal II-III MMI, Palabuhan Ratu, Cimahi, Lembang, KBB, Bogor dengan Skala Intensitas II MMI.

Baca Juga: Deretan Bukit-bukit Indah, Favorit Wisatawan di Kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi

"Hingga pukul 01:15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," lanjut BMKG.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT