SUKABUMIUPDATE.com - Jalur fungsional Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 mulai dibuka dan dapat digunakan pada Sabtu, 14 Maret 2026. Pembukaan jalur ini menjadi salah satu upaya untuk membantu kelancaran arus lalu lintas, khususnya bagi para pemudik yang menuju wilayah Sukabumi.
Salah satu pemudik yang merasakan langsung pengalaman melintasi jalur tersebut adalah Ghifar bersama keluarganya. Mereka mencoba jalur fungsional Tol Bocimi Seksi 3 pada Minggu, (15/03/2026).
Bagi Ghifar dan keluarga, melintasi jalur fungsional ini menjadi pengalaman yang cukup seru, karena ini merupakan pertama kalinya mereka mencoba tol baru yang sementara dibuka untuk membantu perjalanan para pemudik.
Perjalanan mudik Ghifar dan keluarga dimulai pada Sabtu, 14 Maret 2026. Titik keberangkatan mereka berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Dari Banyuwangi, mereka terlebih dahulu menuju Jakarta dengan menggunakan kereta api. Setelah tiba di Jakarta, tepatnya di Stasiun Jatinegara, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi menuju Nagrak, Sukabumi.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026 di Sukabumi Ramai Lancar, Titik Kepadatan Terpantau di Cibadak
Ghifar menjelaskan bahwa mereka berangkat dari Stasiun Jatinegara sekitar pukul 08.30 WIB dan tiba di Nagrak, Sukabumi sekitar pukul 09.36 WIB. Dengan demikian, estimasi waktu tempuh perjalanan dari Jatinegara menuju Nagrak sekitar satu jam perjalanan.
Alasan Ghifar dan keluarga memilih melewati jalur fungsional Tol Bocimi Seksi 3 adalah karena ingin mencoba tol baru yang baru saja dibuka. Selain itu, meskipun jalur tersebut masih bersifat sementara, perjalanan bisa menjadi lebih cepat dibandingkan melalui jalur biasa.
Selama melintas di jalur fungsional tersebut, kondisi lalu lintas yang dirasakan cukup lancar. Bahkan, menurut Ghifar, jumlah kendaraan yang melintas saat itu tidak terlalu banyak.
“Untuk kondisi lalu lintas cukup lancar, bahkan pada saat kami melintas kendaraannya tidak terlalu banyak, bisa dihitung dengan jari,” ujar Ghifar, kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (15/03/2026).
Baca Juga: Heroik! Security di Sukaraja Sukabumi Hadang Pencuri Motor, Sempat Terseret Kendaraan
Dari sisi waktu tempuh, Ghifar merasakan perjalanan menjadi jauh lebih cepat dibandingkan jika melewati jalur biasa. Hal ini karena mereka tidak perlu melewati titik-titik kemacetan yang biasanya terjadi di jalur arteri.
“Untuk waktu tempuh jauh lebih cepat karena tidak melewati jalur biasanya yang macet,” katanya.
Meski demikian, Ghifar juga menilai kondisi jalan di jalur fungsional tersebut masih belum sepenuhnya sempurna. Beberapa bagian jalan masih terasa belum rata dan fasilitasnya juga masih terbatas. Hal ini kemungkinan karena jalur tersebut baru dibuka sementara untuk mendukung arus mudik.
Menurutnya, penerangan jalan juga belum tersedia di sepanjang jalur tersebut. Namun untuk fasilitas dasar, menurut Ghifar sudah cukup memadai karena tersedia tempat istirahat yang dapat digunakan untuk shalat serta fasilitas WC portable.
Selama perjalanan melintasi jalur fungsional Tol Bocimi Seksi 3, Ghifar dan keluarganya tidak mengalami kendala berarti.
“Tidak ada kendala selama perjalanan di jalur fungsional, semua berjalan lancar,” ungkapnya.
Mudik Melalui Jalur fungsional Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi 3. | Ghifar.
Ghifar juga menilai bahwa pembukaan jalur fungsional ini sangat membantu memperlancar arus mudik menuju Sukabumi. Dengan adanya jalur ini, para pemudik dapat menghindari kemacetan yang biasanya terjadi di kawasan Parungkuda.
“Menurut saya sangat membantu memperlancar arus mudik menuju Sukabumi karena tidak melewati jalur macet di Parungkuda,” jelas Ghifar.
Ia menambahkan, jika jalur fungsional Tol Bocimi Seksi 3 masih dibuka pada kesempatan berikutnya, ia dan keluarganya kemungkinan akan kembali menggunakan jalur tersebut karena perjalanan terasa jauh lebih cepat.
“Akan kembali lagi kalau masih dibuka menggunakan tol Bocimi fungsional karena jadi sangat cepat,” ujarnya.
Sebagai informasi, jalur fungsional Tol Bocimi Seksi 3 memiliki panjang sekitar 5,6 kilometer. Jalur ini dibuka untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di jalur arteri Sukabumi–Bogor, khususnya di kawasan Cibadak.
Ruas tol sementara ini menghubungkan kawasan Parungkuda hingga keluar di wilayah Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: Termasuk Bocimi, Daftar Tarif Jalan Tol Pulau Jawa & Sumatera untuk Mudik Lebaran 2026
Selama difungsikan, jalur tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan golongan I, seperti mobil pribadi, minibus, dan kendaraan kecil lainnya.
Pengoperasian jalur fungsional juga diberlakukan satu arah mengikuti kondisi arus lalu lintas. Saat arus mudik, jalur digunakan untuk kendaraan dari arah Bogor menuju Sukabumi.
Penutupan jalur dilakukan pada sore hari karena sejumlah fasilitas di ruas tol tersebut masih terbatas, termasuk penerangan jalan.
Setelah jalur fungsional ditutup, kendaraan yang menuju Sukabumi kembali diarahkan menggunakan jalur arteri melalui Parungkuda dan Cibadak, atau dapat melalui Exit Tol Parungkuda.
Editor : Ikbal Juliansyah