SUKABUMIUPDATE.com - Direktur Wilayah II Deputi Pemantauan dan Pengawasan, Brigjen TNI Albertus Doni Dewantoro, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dayeuhluhur 1 Suryakencana. Dalam sidak tersebut, Doni menyoroti kondisi dapur yang dinilai tidak memenuhi standar dan berpotensi menimbulkan kontaminasi.
Momen sidak itu diunggah melalui akun Instagram resmi @sidakbgn pada Rabu (11/3/2026). Dalam video tersebut, Doni terlihat meninjau langsung kondisi dapur yang dinilai berantakan dan jauh dari standar yang seharusnya.
“Yang pasti kayanya ini harus di SP1, jadi sejak mulai ke sini saja sudah tidak memungkinkan untuk dia dapur ini, dapur kayak begini, berantakan begini, waduh,” ujar Doni dalam video tersebut.
Baca Juga: Berawal dari Suara Gaduh, Misteri Mayat Laki-laki di Bak Air Rumah Kosong di Pamuruyan
Dalam kesempatan itu, Doni juga terlihat menelpon seseorang yang diduga salah satu pengurus SPPG bernama Arya. Dalam percakapan tersebut, ia menjelaskan bahwa alur dapur yang ada saat ini tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
“Kalau kita sesuai juknis itu ada 3 pintu, loading, distribusi, sama cuci ompreng. Kondisi sekarang bapak masuk cuci ompreng melewati dapur, loading area, yang fatal itu bapak melewati dapur,” kata Doni saat berbicara melalui telepon.
Ia menegaskan bahwa kondisi dapur yang tidak tertata dapat memicu risiko kesehatan karena potensi penyebaran bakteri di area pengolahan makanan.
“Bayangkan bakteri yang sudah lebih dari 8 jam tumpah-tumpah di lantai, dan kondisinya jujur ini kondisi dapur bencana alam, bukan dapur SPPG BGN pak,” ujarnya.
Dalam percakapan itu pula, Doni menyebut pemberian sanksi teguran tertulis kemungkinan tidak akan cukup jika kondisi dapur tidak segera diperbaiki.
Baca Juga: Kajian Terbaru Ungkap Sesar Cisokan, Segmentasi Baru dalam Sistem Sesar Cimandiri
“Jadi kalau hanya saya SP1 mungkin ini enggak akan selesai, kalau bapak mau relokasi silakan, mau relokasi ke tempat yang lebih layak saya akan fasilitasi, kalau mau dibetulin sesuaikan dengan juknis saja,” ucapnya.
Video yang diunggah tersebut juga memperlihatkan sejumlah temuan di lokasi dapur SPPG. Di antaranya bahan makanan di dapur yang tidak menggunakan alas palet, atap dapur yang berjamur, tempat sampah yang dibiarkan terbuka, serta ruang relawan yang dinilai tidak layak karena berada di area dapur.
Selain itu, gudang basah disebut tidak digunakan secara optimal, kondisi chiller terlihat kotor dan terdapat banyak bercak darah, serta tirai PVC yang tidak rapat sehingga dinilai rentan menimbulkan kontaminasi pada area pengolahan makanan.
Editor : Ikbal Juliansyah