SUKABUMIUPDATE.com – Menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 H, warga dan pedagang di kawasan wisata Geyser Cipanas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, melakukan aksi gotong royong memperbaiki akses jalan yang rusak parah.
Langkah ini diambil secara swadaya guna memastikan keselamatan dan kenyamanan wisatawan yang diprediksi akan memadati objek wisata pemandian air panas tersebut pada musim libur Lebaran mendatang.
Perbaikan yang digelar sejak Sabtu (14/3/2026) itu difokuskan pada sejumlah titik lubang di ruas Cisolok–Cipanas sepanjang kurang lebih 500 meter, tepatnya di Kilometer 2, Kampung Gunung Geulis, Desa Cisolok. Warga menggunakan istilah lokal "nyaeur jalan" untuk menggambarkan aksi kolektif menambal permukaan jalan yang rusak.
“Ini kegiatan nyaeur jalan, memperbaiki jalan yang rusak. Kondisinya memang sudah harus segera diperbaiki karena banyak keluhan dari warga, pengguna jalan sama wisatawan,” ujar salah seorang warga, Yusuf Supriadi, Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Bikin Betah, Kawasan Pantai Cisolok Bersolek Sambut Wisatawan Lebaran
Yusuf menuturkan bahwa aksi ini murni inisiatif masyarakat yang resah karena kerusakan jalan telah berlangsung lebih dari satu tahun. Tak jarang, lubang di jalan tersebut memakan korban, terutama pengendara roda dua.
"Ini inisiatif warga karena banyak yang mengeluh. Sudah sering terjadi pengendara motor jatuh di sini. Mobil pun kadang kesulitan menanjak karena kondisi aspal yang sudah hancur," ungkap Yusuf.
Untuk pengadaan material urug seperti beskos, pasir, hingga semen, warga melakukan rereongan atau patungan dana. Beberapa tokoh masyarakat setempat juga turut menyumbangkan semen demi mempercepat proses penambalan.
Yusuf menambahkan, kerusakan jalan ini berdampak langsung pada jumlah kunjungan wisatawan. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama menuju Geyser Cipanas, baik bagi pengunjung dari arah Karanghawu maupun dari wilayah Banten.
"Kalau aksesnya rusak, wisatawan jadi enggan datang. Jika pengunjung sepi, otomatis pendapatan para pedagang di kawasan Geyser ikut menurun drastis," tambahnya.
Baca Juga: Lebaran Mendekat Curanmor Marak: Maling Motor di Sukabumi Modus Bangunin Sahur
Masyarakat sebenarnya sudah melayangkan permohonan perbaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) sejak Agustus 2025 lalu. Namun, karena belum ada realisasi hingga menjelang musim mudik tahun ini, warga kembali memutuskan untuk turun tangan sendiri.
“Waktu itu kami sudah menyampaikan permohonan ke Dinas PU. Bahkan pada Agustus 2025 juga kami sempat melakukan perbaikan swadaya seperti sekarang,” kata Yusuf.
Melalui aksi gotong royong ini, warga berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera memberikan perhatian serius pada infrastruktur menuju kawasan Geyser Cisolok. Mengingat objek wisata ini merupakan satu-satunya geyser alami di Indonesia yang menjadi aset berharga bagi pendapatan asli daerah (PAD).
"Harapan kami, pemerintah lebih memperhatikan infrastruktur di sini. Geyser ini aset besar Sukabumi, jangan sampai terbengkalai hanya karena akses jalan yang tidak memadai," pungkas Yusuf.
Editor : Denis Febrian