SUKABUMIUPDATE.com - Usai dikeluhkan warga, akibat limbah yang disebut bersumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwasedar dianggap mencemari lingkungan, Camat Ciracap, Kabupaten Sukabumi melayangkan ultimatum keras kepada pihak dapur (SPPG) agar segera membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Merespon keluhan warga, Forkopimcam Ciracap mengaku langsung mendatangi SPPG untuk memastikan keluhan warga tersebut dan mendapati SPPG Purwasedar tidak memiliki IPAL dan diduga membuang langsung limbah dapur ke saluran irigasi. Senin (16/3/2026).
“Betul, kami dari Forkopimcam mendatangi dapur SPPG Purwasedar yang berada di Kampung Tajur, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap,” ujar Iwan kepada Sukabumiupdate.com pada Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Sopir Angkot Lindas Pasutri di Cireunghas Kabur? Polisi: Sudah Diamankan
Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan memastikan pengelolaan limbah dilakukan dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
“Kami datang untuk mencari solusi penanganan limbah. Kami meminta pihak pengelola agar membangun IPAL atau bak penampungan limbah secara bertahap, mulai dari bak pertama, kedua, hingga ketiga sebelum akhirnya dialirkan ke saluran air,” jelasnya.
Mengingat hal tersebut, Iwan mengultimatum SPPG Purwasedar untuk menghentikan sementara operasional dapur jika IPAL belum juga dibangun hingga 31 Maret 2026 mendatang.
“Kami mohon agar pembangunan IPAL ini dilakukan sekarang, mumpung kegiatan MBG sedang libur sampai 31 Maret 2026. Kalau sampai tanggal 31 Maret belum juga selesai, maka SPPG dilarang dulu beroperasi,” tegas Iwan.
Baca Juga: Izin Belum Rampung, Proyek Perumahan Elit di Bukit Gunung Karang Kota Sukabumi Disetop
Sebelumnya diberitakan, warga Kampung Tajur Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menyoroti limbah pembuangan produksi yang diduga berasal dari SPPG Purwasedar yang dialirkan ke selokan dekat permukiman warga.
Salah seorang warga, HR (40 tahun), mengatakan limbah tersebut selama ini dibuang melalui saluran pipa yang bermuara ke selokan yang berada tidak jauh dari rumah warga. Kondisi itu kemudian menimbulkan bau tidak sedap dan menyebabkan air selokan berubah warna.
“Airnya jadi berubah warna dan menimbulkan bau. Selokan itu juga sering dimanfaatkan warga,” ujar HR kepada Sukabumiupdate.com pada Minggu (15/3/2026).
Editor : Asep Awaludin