SUKABUMIUPDATE.com – Proses pemantauan rukyatul hilal untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah di Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, telah dilaksanakan. Meski kondisi cuaca terpantau cerah, tim ahli melaporkan bahwa hilal tidak terlihat.
Pemantauan dilakukan sesaat setelah matahari terbenam, tepatnya pukul 18.06 WIB, di titik koordinat markaz -7 derajat 4 menit 26,2 detik Lintang Selatan dan 106 derajat 31 menit 52 detik Bujur Timur.
Ucapan selamat Idulfitri 1447 H dari BPBD Kabupaten Sukabumi.
Wakil Ketua I Dewan Hisab Rukyat (DHR) Kabupaten Sukabumi Bidang Diklat dan Hisab Rukyat, Zaenurridwan, menegaskan bahwa hasil observasi kali ini belum menunjukkan keberadaan hilal di ufuk barat Sukabumi.
“Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan di POB Cibeas, hilal tidak terlihat,” ujarnya kepada awak media, Kamis (19/3/2026).
Pemantauan ini melibatkan tim gabungan dari DHR Kabupaten Sukabumi, Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta para ulama dan ahli falak lintas organisasi keagamaan.
Guna memastikan validitas data secara hukum, hasil rukyatul hilal tersebut kemudian disumpah oleh Hakim Pengadilan Agama Cibadak, Drs. H. Erik Sumarna, S.H., M.A. Dokumen hasil pemantauan ini langsung dikirimkan ke Kementerian Agama RI di Jakarta sebagai data pembanding daerah.
“Hasil ini selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah secara nasional,” jelasnya.
Berdasarkan perhitungan hisab (astronomi), 1 Syawal 1447 H diperkirakan kuat akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, melalui metode istikmal (penggenapan umur bulan Ramadan menjadi 30 hari). Namun, keputusan final tetap berada di tangan Menteri Agama RI.
“Kita masih menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah untuk penetapan resmi Idulfitri,” pungkasnya.
Adapun pengumuman hasil sidang isbat diketahui akan disampaikan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar pada pukul 19.30 WIB.
Editor : Denis Febrian