SUKABUMIUPDATE.com - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tidurnya di Kampung Lebaksiuh RT 15/05, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (21/3/2026) pagi.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parakansalak, Jujun Juaeni, mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan mayat sekitar pukul 08.00 WIB. Korban diketahui berinisial MAC (46), seorang buruh harian lepas yang tinggal seorang diri di rumah tersebut.
“Informasi awal kami terima pagi hari terkait adanya warga yang ditemukan meninggal di dalam rumahnya,” ujar Jujun.
Baca Juga: Idul Fitri 1447 H, Wali Kota Sukabumi: Meningkatkan Solidaritas Sosial dan Gotong Royong
Penemuan bermula saat sepupu korban, Rudi Saepul Bahtiar, datang bersama anaknya sekitar pukul 07.30 WIB untuk bersilaturahmi sekaligus mengecek kondisi korban yang diketahui sedang sakit. Namun saat dipanggil, tidak ada respons dari dalam rumah.
Karena curiga, saksi membuka tirai jendela yang dalam kondisi terbuka. Dari situ, korban terlihat dalam posisi telungkup dengan kondisi tubuh sudah membengkak. Saksi kemudian menghubungi pihak keluarga lainnya.
Berdasarkan keterangan warga dan pihak terkait, korban sebelumnya sempat menjalani pengobatan di RSUD Sekarwangi pada 11 Maret 2026 karena keluhan pada organ jantung dan hati. Namun, dua hari kemudian korban meninggalkan rumah sakit tanpa sepengetahuan pihak medis.
Baca Juga: Idul Fitri 1447 Hijriah, Bupati Sukabumi: Hilangkan Benci, Iri, Dengki, dan Sombong
Beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, korban juga sempat mengeluhkan sesak napas dan meminta bantuan untuk dicarikan oksigen. Namun upaya pencarian ke sejumlah fasilitas kesehatan saat itu tidak membuahkan hasil.
Pemeriksaan awal oleh petugas Puskesmas Parakansalak menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat sakit, dengan perkiraan waktu kematian sekitar dua hari sebelum ditemukan.
Sejumlah unsur mendatangi lokasi kejadian, di antaranya Polsek Parakansalak, Koramil, Puskesmas, BPBD, Tagana, serta pemerintah desa setempat. Petugas kemudian melakukan evakuasi jenazah dan berkoordinasi dengan keluarga.
Baca Juga: Resmi, Ini Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, Elkan Baggott Comeback!
“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban diduga meninggal karena sakit,” kata Jujun.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dimakamkan di tempat pemakaman keluarga yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.
Editor : Fitriansyah