SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kampung Lebakmuncang, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di area kebun bambu pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Berdasarkan informasi, penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh Ruslah (46) yang merupakan tetangga korban. Adapun keterangannya, Ruslan saat itu mengaku hendak berkunjung ke rumah korban untuk memastikan keadaan korban mengingat lampu rumahnya terlihat padam sejak Sabtu (21/3/2026) malam.
“Setelah sampai di rumah, korban tidak ditemukan. Saya kemudian berinisiatif mencarinya ke ladang,” ujar Ruslan.
Baca Juga: Pantai Tenda Biru Ujunggenteng Memakan Korban, 3 Wisatawan Dilaporkan Tenggelam 2 Tewas
Pencarian tersebut berujung pada penemuan korban di kebun bambu dalam kondisi tertimpa pohon bambu. Saat ditemukan, kondisi jasad sudah membusuk dan dipenuhi belatung. Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Hasil pemeriksaan di lokasi menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat tertimpa pohon bambu yang sebelumnya ditebang sendiri. Dari kondisi jasad, diperkirakan korban telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
Sejumlah pihak langsung mendatangi lokasi kejadian, di antaranya aparat Pospol Pabuaran, Puskesmas Pabuaran, P2BK Kecamatan Pabuaran, pemerintah desa setempat, serta unsur Satpol PP.
Baca Juga: Wisatawan Serbu Pantai Karanghawu di H+2 Lebaran, Polairud Wanti-wanti Bahaya Arus Laut
Petugas kemudian melakukan serangkaian tindakan seperti olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, dan mengevakuasi jenazah korban dari lokasi.
Menurut P2BK Pabuaran, Yogi Regina, pihaknya juga telah melakukan asesmen di lokasi serta berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait, termasuk pemerintah desa, kecamatan, TNI/Polri, Satpol PP, dan tenaga kesehatan.
Diketahui, korban tinggal seorang diri di rumahnya setelah istrinya meninggal dunia, sementara anaknya berada di luar kota. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Jenazah korban rencananya langsung dimakamkan di pemakaman keluarga yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.
Editor : Asep Awaludin