Sukabumi Update

Arus Balik Padat, Polisi Dua Kali Terapkan One Way ke Tol Parungkuda Hingga Sore

Penyekatan kendaraan di Gerbang Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi di H+2 Lebaran arus balik wisatawan. (Sumber: SU/Ibnu Sanubari)

SUKABUMIUPDATE.com - Antisipasi kepadatan kendaraan dalam arus balik pengunjung pada H+2 Lebaran, Senin (23/3/2026), Polisi berlakukan rekayasa lalu lintas satu arah atau One Way menuju Gerbang Tol Parungkuda.

Diketaui, pemberlakuan sistem one way tersebut diterapkan hingga dua kali mengingat kepadatan kendaraan dari arah Cibadak menuu Gate Tol Parungkuda, Sukabumi.

“Kami melaksanakan rekayasa arus berupa pengurasan arus balik atau one way dari Cibadak menuju Gate Tol Parungkuda,” ujar Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, Iptu M. Yanuar Fajar.

Ia menjelaskan, pelaksanaan one way dilakukan secara situasional dengan melihat peningkatan volume kendaraan yang didominasi wisatawan dari arah Palabuhanratu maupun Sukabumi Kota.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Potret Tumpukan Sampah di Sepanjang Pantai Karang Hawu Sukabumi

Pada siang hari, one way diberlakukan selama sekitar 45 menit, mulai pukul 13.00 hingga 13.45 WIB. Hasilnya, arus kendaraan yang sebelumnya padat dapat terurai.

“Alhamdulillah, satu kali pelaksanaan one way arus balik sudah terurai,” katanya.

Selain itu, hingga pukul 16.00 WIB, rekayasa lalu lintas berupa one way tercatat telah diberlakukan sebanyak dua kali untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Selama pemberlakuan one way, petugas melakukan penyekatan terhadap kendaraan dari arah berlawanan, baik dari jalur arteri maupun dari tol, guna memperlancar arus kendaraan yang diarahkan menuju Gate Tol Parungkuda.

“Selama one way, arus dari Parungkuda maupun dari tol kami lakukan penyekatan terlebih dahulu,” jelasnya.

Baca Juga: Kendaraan Menumpuk di Simpang 3 Batusapi Sukabumi, Arus Lalin Lumpuh 1 Jam

Ia menambahkan, kendaraan yang melintas didominasi oleh wisatawan yang kembali dari kawasan wisata, sehingga volume kendaraan meningkat pada siang hingga sore hari.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan rekayasa serupa kembali diberlakukan apabila terjadi peningkatan volume kendaraan.

“Kami situasional, jika diperlukan akan dilakukan kembali, terutama menjelang sore atau malam,” pungkasnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT