Sukabumi Update

Pantai Palabuhanratu–Cisolok Ramai di H+3 Lebaran, BMKG Ingatkan Gelombang Bisa Capai 2,5 Meter

Wisatawan tengah asih bermain di pantai RTH Citepus, Palabuhanratu di H+3 libur lebaran 2026. (Sumber : SU/Ilyas).

SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki H+3 libur Lebaran 2026, sejumlah objek wisata pantai di kawasan Palabuhanratu hingga Cisolok, Kabupaten Sukabumi, masih dipadati wisatawan. Meski tidak seramai H+2, arus kunjungan tetap terpantau tinggi, terutama pada Selasa (24/3/2026) pagi hingga sore hari.

Kondisi ini membuat kewaspadaan terhadap faktor cuaca dan gelombang laut menjadi perhatian penting bagi pengunjung yang berlibur di pesisir selatan Sukabumi.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sukabumi, Agung Saptaji, menyampaikan bahwa secara umum kondisi cuaca di wilayah Palabuhanratu dalam beberapa hari ke depan relatif stabil.

“Untuk hari ini diperkirakan cuaca cerah hingga sore. Sementara besok kombinasi cerah berawan dengan potensi hujan ringan, dan pola ini akan berlangsung dalam tiga hari ke depan,” kata Agung pada awak media di Pos Terpadu Pelayanan dan Pengaman di Alun - Alun Gadobangkong.

Baca Juga: Rumah Panggung di Cimanggu Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Ia menjelaskan, curah hujan di wilayah selatan Sukabumi, khususnya Palabuhanratu, cenderung lebih rendah dibandingkan wilayah utara seperti Bogor. Hal ini membuat aktivitas wisata masih cukup kondusif dari sisi cuaca.

Namun demikian, Agung mengingatkan potensi bahaya dari tinggi gelombang laut yang saat ini berada pada kategori sedang.

"Berdasarkan informasi dari BMKG Tanjung Priok maritim yang mengampu Jawa Barat, kami mendapatkan peringatan dini untuk tinggi gelombang di kisaran 1,25 meter hingga 2,5 meter. Ini perlu menjadi perhatian serius, apalagi saat masa liburan agar tidak terjadi korban jiwa," tegasnya.

Menurutnya, karakteristik gelombang di kawasan teluk seperti Palabuhanratu bisa lebih tinggi dibandingkan pantai terbuka. Karena itu, wisatawan diminta tidak mengabaikan kondisi laut meskipun terlihat normal.

Baca Juga: Informasi Tinggi Gelombang di Pesisir Palabuhanratu Sukabumi dan Jawa Barat

Selain itu, faktor pasang surut air laut juga turut memengaruhi tingkat bahaya. BMKG mencatat puncak pasang diperkirakan terjadi pada pukul 11.00 WIB, sementara kondisi surut pada pukul 16.00 WIB.

"Kombinasi puncak pasang sekitar jam 11 siang dengan tinggi gelombang yang ada perlu diwaspadai. Umumnya, menjelang siang hingga sore hari gelombang akan semakin tinggi," jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun memasuki waktu surut pada sore hari, tinggi gelombang justru kerap mencapai puncaknya di rentang waktu tersebut. "Jadi tetap harus berhati-hati, karena meski air surut, gelombang bisa semakin tinggi, bahkan mendekati 2,5 meter," ungkapnya.

Baca Juga: Lonjakan Wisata ke Geopark Ciletuh Sukabumi, Puluhan Kendaraan Kesulitan di Puncak Dini

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menyebutkan bahwa lonjakan wisatawan masih terjadi di sejumlah destinasi unggulan, mulai dari Palabuhanratu hingga Ujunggenteng, serta objek wisata lainnya di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Ia juga mengapresiasi kerja keras petugas gabungan yang tetap siaga selama masa libur Lebaran. "Tadi malam saya cek sampai jam 2 hingga 3 dini hari, petugas masih berjaga. Terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah membantu menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan," ujarnya.

Andreas juga mengingatkan para petugas untuk tetap menjaga kondisi kesehatan agar dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

"Namun, kami juga menghimbau supaya memperhatikan kesehatannya, memperhatikan kondisinya, sehingga petugas-petugas kami ini juga bisa melayani dengan baik dengan kesehatannya yang bagus," ujar Andreas.

Selain itu, Andreas juga mengimbau wisatawan yang datang ke wisata Sukabumi agar mengutamakan keselamatan dan kenyamanan selama berlibur.

"Kami ingin menciptakan suasana pariwisata yang damai, sejuk, dan nyaman. Jangan sampai liburan justru menimbulkan kelelahan akibat kepadatan. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama," tandasnya.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT