Sukabumi Update

Enggan Terjebak Macet di Jalur Sukabumi, Warga Pilih Gunakan Kereta Api Pangrango

Suasana di Stasiun Sukabumi yang dipadati wisatawan yang hendak bepergian menggunakan KA Pangrango, Rabu (25/03/2026). (Sumber : SU/Turangga Anom).

SUKABUMIUPDATE.com - Kepadatan arus lalu lintas menuju Sukabumi saat libur Lebaran Idulfitri 1447 H menuai perhatian. Jalur arteri hingga akses Tol Bocimi kerap dipadati kendaraan pemudik dan wisatawan, sehingga mendorong sebagian masyarakat mencari alternatif transportasi yang lebih efisien.

Salah satu pilihan yang kini banyak diminati adalah moda transportasi kereta api. Selain dinilai praktis, perjalanan menggunakan kereta juga dinilai mampu memangkas waktu tempuh karena terbebas dari kemacetan.

Pantauan di Stasiun Sukabumi pada Rabu (25/3/2026), aktivitas penumpang baik yang datang maupun berangkat terlihat cukup tinggi. Mobilitas masyarakat meningkat seiring momentum arus mudik dan balik Lebaran.

Seorang penumpang asal Cikarang, Feni (46), mengaku sengaja memilih menggunakan Kereta Api (KA) Pangrango untuk menuju Sukabumi demi menghindari kemacetan di jalan raya. Ia mengatakan, kondisi lalu lintas yang padat menjadi pertimbangan utama dalam menentukan moda transportasi.

Baca Juga: Nunggu One Way Sambil Ngemil Jajan, Cerita Pengendara di Jalur Arteri Parungkuda

“Kalau naik kereta kan udah jelas enggak macet. Karena kan kalau lewat jalan biasa, sekarang lagi macet-macetnya ya,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Rabu (25/3/2026).

Ia menuturkan telah lebih dulu mudik ke Sukabumi sejak H-2 Lebaran menggunakan kereta. Kini, pada H+4, ia kembali memanfaatkan moda transportasi yang sama untuk mengunjungi kampung halaman suaminya di wilayah Cicurug sebelum kembali lagi ke Kota Sukabumi.

“Saya itu mudik sudah dari H-2, cuma sekarang itu lagi ke kampung suaminya, suami saya tadi di daerah Cicurug. Jadi balik lagi ke sini pakai kereta,” katanya.

Feni mengungkapkan, biasanya ia menggunakan mobil pribadi saat mudik. Namun kali ini ia memilih kereta karena mempertimbangkan kenyamanan serta efisiensi perjalanan di tengah kepadatan arus lalu lintas.

“Fasilitasnya bagus ya, ekonomi saja sudah bikin nyaman. Nyaman banget lah dengan kondisi yang AC-nya stabil. Kita sih enggak pernah panggil satpam atau apa, karena pelayanan yang lain-lain sudah baik. Dengan masuk ke situ saja dengan kondisi AC stabil, sudah nyaman deh,” paparnya.

Baca Juga: Angkot Beroperasi Lagi, Jalur Utara Kian Ramai: Polisi Andalkan One Way

Selama berada di Sukabumi, Feni berencana memanfaatkan waktu libur untuk bersilaturahmi sekaligus berwisata bersama keluarga. Ia pun telah memesan tiket kepulangan sejak jauh hari untuk menghindari kehabisan.

“Di Sukabumi mau silaturahmi sambil liburan bareng keluarga juga. Pulang nanti juga saya bakal naik kereta, tiketnya udah dipesan dari jauh hari,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Aji (30), warga Depok yang juga memilih menggunakan KA Pangrango untuk kembali ke Sukabumi setelah sebelumnya mudik ke Jakarta. Ia mengaku harus kembali lebih awal karena aktivitas kerja akan segera dimulai.

“Dari tanggal 17 Maret kemarin saya mudik ke Jakarta pakai kereta. Sekarang juga balik lagi pakai kereta buat kerja di Sukabumi. Karena kebetulan besok sudah masuk, jadi hari ini mau enggak mau sudah harus pulang,” ungkapnya.

Baca Juga: Usai Libur Lebaran, Bupati Sukabumi Ingatkan ASN Kembali Fokus Layani Warga

Menurut Aji, kereta api menjadi pilihan utama setiap kali mudik karena dinilai lebih aman, nyaman, serta terhindar dari kemacetan yang kerap terjadi saat musim liburan.

“Kebetulan transportasi yang paling mudah, aman, nyaman ya pakai kereta sih sejauh ini ya. Karena kan namanya jalan mudik kan pasti macet. Menghindari itu sih, macetnya saja sih,” jelasnya.

Sementara itu, okupansi KA Pangrango selama masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah mengalami peningkatan signifikan. Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api turut dipengaruhi oleh faktor kenyamanan serta adanya program diskon tarif.

Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebutkan bahwa tingkat keterisian penumpang mencapai 89 persen dalam periode angkutan Lebaran.

“Kapasitas tempat duduk yang tersedia untuk KA Pangrango dari tanggal 11 Maret - 1 April sebanyak 80.960 seat. Sedangkan kapasitas tempat duduk harian sebanyak 3.680 seat,” ujarnya.

“Tiket yang terjual di masa angkutan lebaran (11 Maret- 1 April) sebanyak 72.277, atau okupansi 89 persen. Dengan catatan data bersifat dinamis. Volume jumlah penumpang tanggal 25 Maret 2026 sebanyak 4.182. Untuk jumlah kumulatif penumpang dari 11 sampai 25 Maret sebanyak 55.141,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa lonjakan jumlah penumpang tidak terlepas dari kebijakan diskon tarif sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial yang diberlakukan secara nasional.

“Diskon transportasi 30 persen merupakan program stimulus ekonomi dari pemerintah. Untuk periode 14-29 Maret 2026. Secara nasional disiapkan 1,2 juta seat khusus kelas ekonomi komersial,” pungkasnya.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT