SUKABUMIUPDATE.com — Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatannya. Pergantian tersebut disebut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia, Andrie Yunus.
Mengutip dari tempo, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan, penyerahan jabatan itu telah dilaksanakan pada Rabu, 25 Maret 2026, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujar Aulia dalam keterangannya.
Meski demikian, Aulia belum merinci lebih lanjut terkait sosok perwira tinggi yang akan menggantikan posisi Yudi Abrimantyo. Ia juga tidak menjelaskan secara detail mekanisme pergantian tersebut.
Baca Juga: Nico Paz Bersinar, Argentina Amankan Kemenangan atas Mauritania
Yudi Abrimantyo diketahui menjabat sebagai Kabais TNI sejak Maret 2024. Ia merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1989 dan memiliki latar belakang sebagai perwira infanteri di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sendiri menjadi sorotan publik karena menyangkut isu hak asasi manusia. Hingga kini, proses penanganan kasus tersebut masih terus bergulir.
Pergantian pucuk pimpinan di Badan Intelijen Strategis TNI ini diharapkan dapat menjaga profesionalisme serta kepercayaan publik terhadap institusi TNI.
Sumber : tempo.co
Editor : Syamsul Hidayat