Sukabumi Update

Pemicu Banjir Goalpara, Kades dan P2BK Beda Pendapat Soal Kawasan Wisata Tea Park

Banjir terjang kawasan Goalpara Sukaraja Sukabumi, Minggu petang 29 Maret 2026 (Sumber: warganet)

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah video yang memperlihatkan kondisi jalan tergenang air hingga menyerupai aliran deras ramai diperbincangkan di media sosial Facebook. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di wilayah Goalpara, Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Minggu petang (29/3/2026).

Dalam video yang beredar, tampak air mengalir cukup deras menutupi badan jalan, sehingga mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Tak hanya itu, air dari kawasan atas juga masuk ke bangunan warga di pinggir jalan. Sebuah bengkel motor tergenang hingga masuk ke dalam bangunan.

Baca Juga: Jelang Final FIFA Series 2026, Pelatih Bulgaria Takjub dengan Perkembangan Sepak Bola Indonesia

Menanggapi hal itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukaraja, Yuda Ahmad Fahrezza, membenarkan bahwa genangan air tersebut merupakan banjir musiman. Ia menyebut, kondisi tersebut mulai sering terjadi sejak adanya pembangunan kawasan wisata Goalpara Tea Park.

“Benar itu memang banjir musiman, jadi ada sebab ada akibat. Sebabnya di situ adalah pas adanya Goalpara Tea Park. Semenjak saat itu saya kan dari P2BK itu dari 2018 ya jadi hafallah, banjir itu terjadi sejak adanya Goalpara Tea Park,” ujar Yuda kepada sukabumiupdate.com melalui sambungan telepon, Minggu (29/3/2026).

Ia menilai, pembangunan di kawasan tersebut berdampak pada berkurangnya area resapan air. Menurutnya, perubahan kontur lahan seperti pengecoran dan pengaspalan membuat air tidak lagi terserap dengan baik.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Produk Adidas Terbaru yang Bisa Kamu Beli, Stylish & Nyaman!

“Dahulu masyarakat mengizinkan, padahal kan dampaknya sekarang terasa. Kalau musiman seperti ini ya nanti setiap hujan banjir lagi. Jadi kan asalnya mereka area-nya itu memiliki resapan, dibeton ya otomatis aliran air tidak tertahan, asalnya jalannya batu kan sekarang diaspal, tidak ada serapan di sana,” jelasnya.

Yuda juga menegaskan bahwa sebelum adanya kawasan wisata tersebut, dirinya tidak pernah menerima laporan banjir di wilayah Goalpara.

“Sebelum ada Goalpara Tea Park saya tidak pernah mendapat laporan bahwa Goalpara banjir, kecuali longsor, kalau longsor ya sering,” imbuhnya.

Baca Juga: Libur Usai, Arus Balik Lebaran dan Wisatawan Padati Simpang Ratu Cibadak Sukabumi

Namun demikian, pernyataan berbeda disampaikan Kepala Desa Cisarua, Arie Yanwar Ismunadi. Ia menyebut, banjir yang terjadi merupakan banjir limpasan yang sudah kerap terjadi, terutama saat intensitas hujan tinggi. “Ini banjirnya dari saat hujan sebelumnya juga suka seperti ini, sekarang tadi hujan lagi pasti gini lagi, banjirnya jadi banjir selewat,” kata Arie.

Ia menjelaskan, titik genangan tersebar di beberapa lokasi, di antaranya di wilayah Nagrak, RW 8, RW 1 hingga area Terminal Goalpara yang kondisi drainasenya dipenuhi sampah. “Di Nagrak ada, RW 8, RW 1, terminal Goalpara. Selokan itu kan banyak sampah, itu daerah terminal Goalpara,” ungkapnya.

Arie menegaskan, sumber utama banjir bukan berasal dari kawasan Goalpara Tea Park. Ia menilai sistem drainase di kawasan tersebut justru sudah dibangun dengan baik.

Baca Juga: Pilih Investasi AI, Meta Kembali PHK Karyawan

“Sumber utama banjirnya itu bukan dari Goalpara Tea Park, karena kan jalur Goalpara Tea Park itu drainasenya sudah sangat maksimal, membangun Desa Cisarua itu sudah maksimal,” tuturnya.

Menurutnya, alih fungsi lahan dari perkebunan teh menjadi lahan hortikultura serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan turut menjadi faktor penyebab banjir.

“Kalau lihat dari atas kan banyak perkebunan teh yang dibabat, alih fungsi jadi kebun hortikultura, menurut saya itu yang menyebabkan banjir. Selain faktor hujan juga karena selokan yang banyak sampah, kembali ke kesadaran masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Warung Madura di Cisaat Jadi Sasaran Pemalakan Bersajam, Polisi Kejar Pelaku

Ia pun menambahkan bahwa banjir di wilayah tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak lama, bahkan sebelum adanya kawasan wisata. “Dari dulu juga sebelum ada Goalpara Tea Park di situ mah suka banjir sebenarnya,” pungkasnya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT