Sukabumi Update

Citra Pesantren Ditampar Oknum Pimpinan dalam Kasus Pelecehan, MUI Sukabumi: Ini Memuakkan!

Ujang Hamdun, Sekretaris MUI KAbupaten Sukabumi saat diwawancarai. Senin (30/3/2026). (Sumber: SU/Turangga Anom)

SUKABUMIUPDATE.com – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa sejumlah santriwati di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Cicantayan menuai sorotan serius dari berbagai pihak. Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, Ujang Hamdun, menyampaikan rasa duka atas peristiwa tersebut. Ia menilai para korban seharusnya mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman saat menempuh pendidikan di pesantren.

Dalam keterangannya, Ujang menekankan pentingnya koordinasi berjenjang di internal MUI agar setiap indikasi persoalan dapat segera ditangani.

“Kami mengharapkan kepada seluruh jajaran MUI, apabila ditemukan hal-hal seperti ini, tetap harus berkoordinasi secara terstruktur. Mulai dari MUI Desa, MUI Kecamatan, hingga MUI Kabupaten. Informasi harus mengalir agar langkah antisipasi bisa diambil dengan cepat,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Senin (30/3/2026).

Baca Juga: Mayat di Sangrawayang Ternyata Wisatawan Asal Depok yang Tenggelam di Pantai Kayakas

Selain itu, MUI juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang telah menangani kasus ini secara hukum. Namun demikian, MUI memberikan perhatian khusus terhadap peran Kementerian Agama sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam pengawasan pesantren.

Menurutnya, pengawasan tidak boleh berhenti pada aspek administratif seperti perizinan semata. Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh, termasuk pembinaan rutin serta peningkatan kapasitas tenaga pengajar di lingkungan pesantren.

“Tantangan dan godaan itu tidak hanya datang pada santri, tapi juga pada ustaz dan semua unsur di dalamnya. Oleh karena itu, pembinaan minimal berupa peningkatan kapasitas (capacity building) bagi para pengajar sangat penting dilakukan secara berkala,” tegasnya.

Baca Juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan Mengapung di Perairan Sangrawayang Simpenan

Lebih jauh, ia menilai peristiwa ini menjadi tamparan bagi citra Kabupaten Sukabumi yang selama ini dikenal sebagai daerah religius. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan dapat menjadi momentum perbaikan bagi semua pihak.

Ujang juga menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, terlebih yang menyasar anak di bawah umur, tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun. Ia mengingatkan agar nilai-nilai moral serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keagamaan tetap terjaga.

Menutup pernyataannya, Ujang menyampaikan duka sekaligus komitmen untuk mendukung proses penegakan hukum.

“Saya akhiri dengan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga kedepan kondisi kita lebih baik lagi dan kejadian memuakkan ini tidak terulang kembali. Kami pastikan akan kooperatif dengan pihak terkait demi tegaknya keadilan,” pungkasnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT