Sukabumi Update

Dua Tahun Bertahan, Warga Cikadu Akhirnya Bangun Kehidupan Baru di Kampung Mubarakah

Peletakan batu pertama Kampung Mubarakah, Huntap warga Penyintas Bencana pergerakan tanah Desa Cikadu, Palabuhanratu, oleh Bupati Sukabumi Asep Japar. Rabu (1/4/2026). (Sumber: SU/Ilyas Supendi)

SUKABUMIUPDATE.com – Setelah lebih dari dua tahun hidup dalam ketidakpastian akibat bencana pergerakan tanah, secercah harapan akhirnya datang bagi warga Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Luka panjang yang mereka rasakan perlahan mulai terobati dengan dimulainya pembangunan hunian relokasi di Kampung Mubarokah.

Rabu (1/4/2026) menjadi hari yang penuh haru. Di atas tanah yang akan menjadi awal kehidupan baru, Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Wakil Bupati Andreas, Sekda Ade Suryaman, jajaran Forkopimda, serta Forum CSR melakukan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap.

Bagi warga, momen ini jauh melampaui sekadar seremoni. Ini adalah titik balik, dari rasa takut menuju harapan, dari kehilangan menuju kehidupan yang lebih layak dan aman.

Baca Juga: Kado Pahit HUT Kota Sukabumi ke-112: Warga Cibeureum Demo Soroti Program MBG

Ketua Koordinator Posko Bencana Gempol, Asep Sofyan, yang juga menjadi salah satu penerima manfaat, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengenang perjalanan panjang penuh ujian yang harus dilalui warga sejak bencana pertama menghantam.

"Terima kasih kepada Bapak Bupati atas kepedulian kepada kami yang telah menjadi satu korban bencana ini. Atas bantuan dan dorongan dari mungkin pihak media yang mendorong dengan gebrakannya. Dan kepeduliannya, sehingga terjadi realisasi relokasi pembangunan hunian tetap di sini," kata Asep Sofyan.

Ia menceritakan, duka itu bermula sejak 4 Desember 2024, saat pergerakan tanah pertama kali terjadi. Belum pulih sepenuhnya, bencana kembali datang pada Desember 2025 dengan dampak yang lebih besar, merobohkan rumah-rumah dan memaksa warga bertahan dalam kondisi serba terbatas.

“Sudah dua tahun lebih kami bertahan. Awalnya sangat berat, bahkan kampung sempat seperti mati. Tapi kejadian kedua justru membuat kami lebih ikhlas dan sabar menghadapi kondisi ini,” tuturnya.

Baca Juga: Jumat WFH untuk ASN, Wali Kota Sukabumi: Pimpinan Tetap Ngantor

Kini, perlahan namun pasti, kehidupan baru mulai disusun. Sebanyak 84 unit rumah akan dibangun di Kampung Mubarokah, setelah melalui proses verifikasi dari data awal yang mencapai lebih dari 100 calon penerima manfaat.

Tak hanya fisik bangunan, perubahan juga menyentuh identitas warga. Secara simbolis, mereka mulai meninggalkan masa lalu dan menapaki babak baru dengan alamat yang berbeda.

"Insyaallah mungkin karena hari ini juga ada simbolis Pak. Saya sendiri dan Bapak Suri sudah dialihkan KTP-nya, dirubah dengan Kampung Mubarokah," ungkapnya.

"Alhamdulillah dengan ucapan alhamdulillah, saya syukur kepada Allah dengan bantuan dari semua pihak utamanya dari media, dan semua sehingga kami merasakan tanggapan, kepedulian dari semua pihak sehingga terjadi realisasi pada hari ini," tambahnya.

Baca Juga: ASN Bakal WFH Setiap Jumat, Pemkab Sukabumi Siapkan Skema Pengawasan

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan bahwa pembangunan ini bukan semata program pemerintah, melainkan buah dari gotong royong lintas elemen, dari aparat, pemerintah daerah, hingga para pengusaha.

"Barusan kita sudah melaksanakan peletakan batu pertama. Dan alhamdulillah berkat dukungan dari semua pihak, termasuk dari Pak Kapolres, Pak Dandim, termasuk aparat pemerintah daerah, termasuk para pengusaha yang ada di Kabupaten Sukabumi," ujar Bupati Asep Japar.

"Ada yang hibah, ada yang tiga rumah, dua, atau satu, alhamdulillah terkumpul. Dan ini betul-betul Kampung Gempol itu dibangun dari hasil apa sedekah untuk rumah. Dan saya mengucapkan terima kasih atas nama pemerintah daerah terhadap kebaikan-kebaikan untuk membantu para warga Kampung Gempol," sambungnya.

Ia juga mengungkap strategi unik yang digunakan untuk menutup kekurangan pembangunan rumah melalui konsep “lelang kebaikan”, yang menjadi simbol kuat solidaritas sosial.

Baca Juga: Jembatan Rusak di Cibadak Ditopang Bambu, Disperkim Sukabumi Siapkan Perbaikan

"Ya, seperti halnya ketika misalkan kita punya perencanaan untuk membangun rumah 100, terkumpul 83, sisa 17. Nah, tadi dilelang kebaikan dan alhamdulillah terkumpul dari beberapa orang, yang insyaallah sedekah rumah itu," kata dia.

Menurutnya, pendekatan ini menjadi inovasi baru dalam penanganan pascabencana di Kabupaten Sukabumi, dengan mengedepankan kolaborasi dan kepedulian bersama.

"Mudah-mudahan inilah kita kembangkan terus, bahkan kita juga masih ada beberapa kampung yang perlu bantuan pemerintah juga," ungkapnya.

Lebih dari sekadar nama, Kampung Mubarokah disematkan dengan doa dan harapan. Sebuah simbol kebangkitan dari keterpurukan menuju kehidupan yang lebih baik.

"Semoga menjadi mubarokah, membawa keberkahan dan kehidupan yang lebih baik bagi warga," tandasnya.

Di atas puing kenangan dan luka masa lalu, warga kini mulai membangun masa depan, pelan, namun penuh keyakinan.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT