Sukabumi Update

Waktu Tempuh Harusnya 30 Menit Jadi 1,5 Jam, Jalan Lengkong–Simpenan Rusak Parah

Kondisi jalan rusak di jalur Lengkong–Simpenan yang berlubang dan bergelombang. (Sumber : SU/Ragil Gilang).

SUKABUMIUPDATE.com – Kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Lengkong dengan Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kembali dikeluhkan para pengguna jalan. Kerusakan yang cukup parah dinilai mengganggu aktivitas warga dan pengendara yang melintas setiap hari.

Kerusakan jalan diperkirakan mencapai panjang sekitar 11 kilometer, dimulai dari Kampung Sampora, Desa Lengkong, Cilangkap hingga Langkapjaya di Kecamatan Lengkong, menuju Kiaradua, yang terletak di Desa Kertajaya di Kecamatan Simpenan. Kondisi jalan tersebut dipenuhi lubang, aspal terkelupas, serta permukaan jalan yang bergelombang.

Saat musim hujan, kondisi jalan pun semakin memburuk. Banyak lubang tertutup genangan air, sementara sebagian ruas jalan berubah menjadi berlumpur sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara.

Baca Juga: Letkol Inf Angga Sukma Resmi Jadi Danyonif 310/KK, Wabup Sukabumi Tekankan Sinergi Jaga Keamanan

Aw (50 tahun), sopir elf trayek Surade–Sukabumi, mengaku waktu tempuh perjalanan menjadi jauh lebih lama akibat kerusakan jalan tersebut.

“Dari Kiaradua ke Lengkong itu bisa sampai 1,5 jam. Padahal kalau jalannya bagus, paling hanya sekitar 30 menit. Banyak lubang dalam dan jalannya bergelombang,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Senin (06/04/2026).

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan agar aktivitas transportasi kembali lancar. “Mohon ke KDM untuk segera diperbaiki,” tambahnya.

Baca Juga: Disnakertrans Sukabumi Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lewat TKM dan Padat Karya

Keluhan serupa disampaikan Iwan Setiawan (35 tahun), pengendara sepeda motor yang kerap melintasi jalan tersebut. Menurutnya selain rusak, jalur tersebut juga minim penerangan jalan umum.

“Selain jalannya butut, lampu penerangan juga minim. Kalau hujan, banyak lubang tergenang air, sering bikin motor oleng. Saya bahkan pernah jatuh,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin berbahaya karena jalur tersebut melintasi kawasan hutan dan perkebunan teh yang cenderung sepi.

Baca Juga: Menjelajahi Curug Larangan, Salah Satu Air Terjun Favorit di Geopark Ciletuh Sukabumi

Para pengguna jalan berharap pemerintah provinsi segera melakukan perbaikan menyeluruh agar jalur penghubung antar kecamatan tersebut kembali aman dan nyaman dilalui.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT