Sukabumi Update

Sukabumi Ramah Wisatawan dan Aksi Tipu-tipu Pengasong Ikan Palabuhanratu

Ilustrasi AI. Pengasong ikan palabuhanratu viral karena tipu wisatawan (Sumber: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Informasi mengejutkan beredar di media sosial ditengah upaya pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Pasca libur panjang paskah 2026, media sosial heboh dengan pengakuan warganet yang merasa ditipu pedagang asongan atau pengasong ikan laut di jalanan Palabuhanratu.

Konten ini diposting oleh akun @ Syamilekyou di grup sukabumi facebook, Minggu 5 April 2025. Pemilik akun bertanya soal ke warganet apakah pernah mengalami kejadian serupa, yaitu beli ikan laut di pedagangan asongan yang katanya 2 Kg ternyata hanya 1 Kg pas ditimbang di rumah.

Berikut postingan lengkapnya;

izin mau nanya pedagang di depan pasar ikan pelabuhan ratu emng pada gk jujur kali ya beli ikan 2kg pas ditimbang dirumah cuman dapet 1kg, jujur ini mencoreng nama apalagi bagi orang orang yang jauh kaya saya, ada yang pernah ngalamin?

Baca Juga: Kantor DPRD Sukabumi Dikepung Mahasiwa, Soroti Reses dan Dugaan Kejanggalan Anggaran

Postingan yang dilengkapi foto seorang pedagang asongan ikan laut di jalanan depan pasar ikan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi ini viral, direspon oleh banyak netizen. Banyak warganet menambahkan pengalaman serupa bahkan dengan informasi cara berjualan pedagang asongan yang memaksa sehingga bikin wisatawan tak nyaman.

“1 lg pengalaman sendiri saya menepi baru nanya ikan itu harga brp malah langsung dibungkusin dan datang lg temenya dengan cara yg sama dan ketika saya menolak untuk membeli mereka pasang muka garang!!! Kang Dedi Mulyadi mohon perhatian nya ya pak demi kenyamanan pengunjung pantai pelabuhan ratu karna tanpa pengunjung mereka sendiri yg akan rugi,” tulis netizen di kolom komentar.

Sebagian besar warganet menayangkan hal tersebut karena bisa merusak citra palabuhanratu sebagai destinasi wisata unggulan di pesisir Sukabumi. Mereka meminta untuk kedepannya wisatawan atau pembeli bisa langsung masuk ke pasar ikan untuk belanja oleh-oleh. 

Baca Juga: 2 Lembar Kresek Gorengan di Sukabumi Dijual Nyaris Rp500, Imbas Harga Plastik Melonjak

“Jangan mau beli ikan/cumi yg di jinjing . Mereka pda curang dan harga mahal mending lngsung masuk ke pasar lbh murah saya dulu prnh ketipu sekali dn akhir nya kapok klo skrng mnding lngsung ke pasar nya,” tulis warganet di kolom komentar postingan tersebut.

Himbauan Keamanan dan Kenyamanan Wisata

Belum ada penjelasan pihak terkait, khususnya dinas berwenang di Kabupaten Sukabumi soal kejadian ini. Namun isu harga jual produk di kawasan wisata menjadi konsen pemerintah daerah, bahkan Bupati Sukabumi mengeluarkan himbauan bagi pelaku usaha wisata untuk menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan saat berlibur. 

Panduan khusus tersebut diterbitkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, jauh hari sebelum hari raya idul fitri 1447 H tahun 2026. Langkah ini ditempuh demi mewujudkan penyelenggaraan pariwisata yang aman, selamat, dan berkesan bagi wisatawan, sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas.

Baca Juga: Waktu Tempuh Harusnya 30 Menit Jadi 1,5 Jam, Jalan Lengkong–Simpenan Rusak Parah

Bupati Sukabumi Asep Japar melalui Surat Edaran Nomor 500.13/2519/Dispar/2026 memberikan penekanan pada aspek keterbukaan informasi biaya dan perlindungan terhadap konsumen. 

"Menjaga kewajaran harga dan transparansi layanan, wajib mencantumkan daftar harga secara jelas dan mudah diakses oleh wisatawan serta memastikan harga barang dan jasa yang ditawarkan tetap wajar," ujar Asep Japar dalam edaran tertulis dalam surat tersebut. 

Pemerintah daerah menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk melakukan pemantauan serta deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan. Mencakup antisipasi lonjakan kunjungan, mitigasi bencana alam, hingga penertiban praktik pungutan liar dan parkir liar yang kerap muncul pada masa puncak liburan.

Baca Juga: Pesta Gol, Indonesia Gilas Brunei di Laga Perdana Piala AFF Futsal

Budaya Someah

Sebagai bagian dari penguatan jati diri pelayanan, Bupati menekankan penerapan konsep kearifan lokal Someah atau keramahtamahan dalam lima prinsip PANCASONA. Konsep ini mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk bersikap ramah terhadap tamu (Soméahna hadé ka sémah), menjaga kebersihan lingkungan dari limbah (Soméah kana runtah), hingga tertib dalam pengelolaan parkir tanpa tarif yang berlebihan (Soméah kana parkiran).

Instruksi ini juga mewajibkan penyediaan jajanan yang sehat dan halal dengan harga yang rasional demi menjaga kepercayaan publik terhadap destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi. Melalui standarisasi ini, pemerintah daerah berharap masa libur menjadi momentum peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata yang profesional dan bertanggung jawab.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI