SUKABUMIUPDATE.com – Konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, berpotensi memengaruhi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Pemerintah pusat pun telah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Sukabumi, Apipudin, menyebutkan bahwa situasi tersebut dipastikan memiliki dampak terhadap proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia.
"Iya, sudah pasti (ada dampak), karena pemerintah Kementerian Haji Pusat dengan DPR menyiapkan tiga skenario. Skenario pertama tetap memberangkatkan, tetapi jalur diubah. Jalur biasa mungkin melewati Afrika sehingga rute makin lama, dari 10 jam menjadi 15 jam. Otomatis ada tambahan biaya, tapi itu urusan pemerintah," bebernya.
Baca Juga: Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Jampang Tengah–Kiara Dua Rp13 Miliar Disorot
Pada skenario pertama, pemberangkatan jemaah tetap dilakukan, namun dengan perubahan rute penerbangan guna menghindari wilayah konflik. Perubahan jalur ini diperkirakan akan menambah durasi perjalanan dari sekitar 10 jam menjadi 15 jam.
Sementara itu, skenario kedua mempertimbangkan faktor keamanan jemaah sebagai prioritas utama. Dalam kondisi konflik yang semakin memburuk, pemerintah Indonesia dimungkinkan untuk menunda pemberangkatan meskipun Arab Saudi masih membuka akses bagi jemaah.
"Skenario kedua Arab Saudi memperbolehkan, tetapi pemerintah kita demi keamanan jemaah tidak memberangkatkan jika perang makin berkecamuk. Namun, ada jaminan tahun depan jemaah tersebut diberangkatkan tanpa tambahan biaya. Skenario Ketiga Pemerintah Arab Saudi yang membatalkan. Kita tidak bisa berbuat apa-apa," pungkasnya.
Baca Juga: Misteri Leuweung Angker Kisodra: Lansia Hilang Berhari-hari, Ditemukan Lemas dan Membisu
Diberitakan sebelumnya, Kota Sukabumi tahun ini hanya memberangkatkan 18 orang jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 13 JKS. Mereka dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci Mekkah Arab Saudi pada 7 Mei 2026 mendatang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Sukabumi, Apipudin, menjelaskan bahwa jumlah jemaah yang berangkat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total kuota sebanyak 35 orang, hanya 21 calon jemaah yang melunasi biaya haji.
“Dari jumlah tersebut juga ada yang mutasi ke daerah lain, sehingga total jemaah haji Kota Sukabumi yang berangkat tahun ini sebanyak 18 orang,” ujar Apipudin dikutip dari laman resmi Pemkot Sukabumi, Selasa (7/4/2026).
Editor : Asep Awaludin