SUKABUMIUPDATE.com – Sebuah peristiwa tragis menimpa seorang santri di Pondok Pesantren (Ponpes) yang terletak di Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Korban berinisial MI (15 tahun), ditemukan tak bernyawa di dalam kamar santri putra pada Kamis pagi, 9 April 2026.
Berikut adalah detail kronologi kejadian berdasarkan keterangan resmi kepolisian:
1. Penemuan Jasad saat Waktu Subuh
Peristiwa ini bermula pada Kamis, 9 April 2026, sekitar pukul 04.45 WIB. Saat itu, dua rekan korban berinisial RN (17) dan NA (14) mendatangi kamar santri putra dengan tujuan membangunkan MI untuk melaksanakan ibadah salat subuh berjamaah.
2. Kondisi Korban di Dalam Kamar
Setibanya di kamar, kedua saksi mendapati pintu tidak terkunci. Namun, mereka terkejut menemukan MI sudah dalam keadaan meninggal dunia. Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan dalam posisi tergantung pada ranjang kasur tingkat menggunakan kain sarung sebagai jerat.
Baca Juga: Santri di Cibeureum Sukabumi Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamar Pondok
3. Laporan ke Pihak Pesantren dan Kepolisian
Saksi yang panik segera melaporkan temuan tersebut kepada pengurus Ponpes. Tanpa menunggu lama, pihak pesantren meneruskan laporan ke Polsek Cibeureum untuk penanganan medis dan hukum lebih lanjut.
4. Olah TKP oleh Tim Inafis Polres Sukabumi Kota
Merespons laporan tersebut, sejumlah personel kepolisian dari jajaran Kapolsek Cibeureum, Kanit Reskrim, hingga Tim Inafis Satreskrim Polres Sukabumi Kota tiba di lokasi kejadian. Petugas langsung memasang garis polisi (police line) dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta identifikasi jenazah.
Baca Juga: Singgung Demokrasi, Tanggapan Prabowo Soal Isu Pemakzulan Ganti Presiden
5. Evakuasi dan Penyelidikan Motif
Hingga Kamis siang, jenazah MI telah dievakuasi untuk menjalani prosedur medis. Polisi masih mendalami motif di balik tindakan nekat santri asal Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi tersebut. Belum diketahui secara pasti alasan korban mengakhiri hidupnya di lingkungan pesantren.
Catatan Redaksi:
Pikiran untuk mengakhiri hidup bisa muncul saat seseorang merasa tertekan. Jika Anda atau kerabat mengalami masalah serupa, segera hubungi profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan konseling kesehatan mental terdekat.
Editor : Denis Febrian