Sukabumi Update

Tenaga Terkuras Guru pun Difitnah, Blak-blakan SMAN 1 Ciemas Tak Mau Lagi Urus MBG

Jatah MBG untuk SMAN Ciemas Kabupaten Sukabumi (Sumber: dok SMAN Ciemas)

SUKABUMIUPDATE.com - SMAN 1 Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat resmi mengumumkan penundaan sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis atau MBG kepada pelajarnya. Para guru dan staf tak mau lagi terlibat pendistribusian MBG karena memicu fitnah dari warga khususnya orang tua murid.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui surat bernomor 043/TU.01.02/SMANSAC yang ditujukan kepada orang tua siswa, siswa/siswi, serta masyarakat di lingkungan sekolah. Surat tersebut diunggah ke publik melalui akun facebook resmi sekolah.

Kepala SMAN 1 Ciemas, Ramdan Sutana Hadi yang bertanda tangan dalam surat tersebut, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah munculnya tudingan dari sejumlah orang tua siswa yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Baca Juga: Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Kini Cukup Bawa STNK, Tak Perlu KTP Pemilik Pertama

“Penundaan ini salah satunya dipicu adanya fitnah dari orang tua siswa yang menyebut jatah MBG milik siswa yang tidak masuk sekolah diambil oleh guru,” ujar Ramdan kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (9/4/2026).

Ia menegaskan, tuduhan tersebut tidak benar. Menurutnya, pihak sekolah justru memberikan kesempatan kepada siswa yang tidak hadir untuk tetap mengambil jatah makanan hingga batas waktu tertentu.

“Guru menunggu sampai jam kerja. Siapa tahu siswa yang tidak masuk ada yang datang untuk mengambil. Jadi tidak benar kalau makanan itu diambil oleh guru,” tegasnya.

Baca Juga: Kronologi Santri di Cibeureum Sukabumi Ditemukan Meninggal Tergantung Kain Sarung

Selain persoalan tersebut, Ramdan menyebut pola distribusi MBG selama ini juga membebani tugas utama tenaga pendidik dan staf tata usaha (TU). Pasalnya, proses pembagian makanan masih dilakukan oleh guru dan staf sekolah.

“Selama ini omprengan dari dapur dibagikan ke siswa oleh guru atau staf. Cukup menyita waktu dan tenaga, sehingga tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka menjadi kurang optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun terdapat petugas penanggung jawab atau PIC MBG di sekolah yang ditunjuk dan dibiayai oleh penyedia program MBG, tugas mereka sebatas melakukan pengecekan jumlah serta kualitas makanan.

Baca Juga: Singgung Demokrasi, Tanggapan Prabowo Soal Isu Pemakzulan Ganti Presiden

“PIC MBG itu hanya memastikan jumlah dan kualitas makanan. Untuk pembagian tetap dilakukan oleh guru atau staf sekolah,” ungkap Ramdan.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pihak sekolah memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi program MBG hingga ada evaluasi dan solusi yang lebih tepat. Ramdan berharap ke depan ada mekanisme yang lebih jelas dan tidak membebani tenaga pendidik, serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami ingin program ini berjalan baik, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan polemik,” pungkasnya.

Baca Juga: 19 Nama Anggota Tubuh di Bagian Kepala dalam Bahasa Sunda Lemes dan Loma

Tanggapan SPPG

Sementara itu, Kepala SPPG Al-Mubarokah Ciwaru 1 Kecamatan Ciemas, Ernawati, membenarkan telah menerima surat dari pihak sekolah. Ia menjelaskan, polemik ini bermula dari kejadian di salah satu sekolah dasar.

“Awalnya ada kejadian di SDN Tegalcaringin, ada anak yang tidak sekolah namun jatah MBG-nya mau diambil. Oleh pihak sekolah tidak diberikan dengan tujuan agar menjadi perhatian supaya siswa lebih giat masuk sekolah,” jelasnya.

Menurut Ernawati, kejadian tersebut kemudian ramai di media sosial dan memicu berbagai komentar, termasuk dari orang tua siswa di SMAN 1 Ciemas yang mempertanyakan distribusi jatah MBG jika siswa tidak hadir. “Hal itu mungkin membuat pihak sekolah tidak ingin disalahpahami atau difitnah, sehingga muncul keputusan tersebut,” katanya.

Baca Juga: 37 Ribu Warga Kota Sukabumi Terima Bantuan 20 Kg Beras dan 4 Liter Migor

Ia menambahkan, sebenarnya distribusi MBG telah memiliki acuan dan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas. Pihaknya juga sudah berupaya berkoordinasi dengan sekolah, namun hingga kini belum ditemukan solusi.

Akibat penundaan ini, penyaluran MBG untuk sekitar 500 penerima manfaat di SMAN 1 Ciemas telah terhenti sejak 31 Maret 2026.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT