Sukabumi Update

Nekat Terobos Banjir 2 Meter, Truk Pengangkut Sekam di Ciemas Terjebak

Mobil truk pengangkut sekam yang terlihat terjebak di tengah kepungan banjir di Kecamatan Ciemas, Sukabumi. Kamis (9/4/2026). (Sumber: Dok Warga)

SUKABUMIUPDATE.com – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Ciemas sejak dini hari memicu bencana banjir akibat luapan Sungai Ciletuh, Kamis (9/4/2026). Arus air yang terus meninggi hingga sore hari akhirnya melumpuhkan ruas jalan kabupaten Bale RK–Gunungbatu, tepatnya di Kampung Ciawet, Desa Mandrajaya.

Di tengah kepungan banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 hingga 2 meter, sebuah truk pengangkut sekam terjebak dan tak mampu melanjutkan perjalanan. Kendaraan tersebut terhenti di tengah genangan, menjadi simbol lumpuhnya akses vital warga setempat.

Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mulai turun sejak pukul 03.00 WIB dan berlangsung tanpa henti hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Debit air Sungai Ciletuh pun tak terbendung, meluap ke badan jalan dan menutup jalur transportasi utama.

Baca Juga: Korban Tergeletak di Jalan, Detik-detik Kecelakaan di Parungkuda Terekam CCTV

Warga setempat, Hamdan (38), menuturkan bahwa truk tersebut sebelumnya tengah berkeliling mencari muatan sekam dari sejumlah penggilingan padi di sekitar lokasi.

“Truk lagi keliling cari sekam ke penggilingan, muatannya juga belum penuh karena masih ambil ke beberapa tempat,” ujar Hamdan.

Namun perjalanan itu berubah menjadi situasi darurat ketika truk mencoba melintas di titik banjir. Tingginya genangan air membuat kendaraan tak mampu bertahan.

“Pas di lokasi banjir, air sudah tinggi. Truk nggak kuat, akhirnya mesin mati dan sampai sore tadi masih terjebak, nunggu evakuasi,” tambahnya.
Kondisi ini menyebabkan ruas jalan Bale RK–Gunungbatu lumpuh total. Tidak ada kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang berani melintas di tengah arus dan genangan yang masih tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, truk masih terjebak di lokasi dan proses evakuasi masih menunggu bantuan. Sementara itu, warga diimbau untuk menghindari jalur tersebut dan mencari rute alternatif demi keselamatan, mengingat kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT