SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi merespons kondisi memprihatinkan ruang kelas PAUD SPS Nusa Mulya di Kampung Culimus RT 003/001, Desa Tarisi, Kecamatan Warungkiara, yang mengalami kerusakan parah pada bagian atap.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah penanganan dengan memasukkan perbaikan bangunan tersebut ke dalam program prioritas.
"Diprogramkan intervensi dan dimasukan usulan prioritas. Keterbatasan anggaran, kita coba diusulkan program kemendikdasmen dan banprov," singkatnya.
Baca Juga: Gedung MUI Sukabumi Disegel, Subkontraktor Tagih Sisa Rp165 Juta
Menurut Herdiawan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam percepatan perbaikan. Namun demikian, pihaknya tetap mengupayakan agar penanganan dapat segera direalisasikan melalui berbagai skema pembiayaan, baik dari pemerintah pusat maupun bantuan provinsi.
Sebelumnya, kondisi atap ruang kelas PAUD SPS Nusa Mulya dilaporkan telah mengalami kerusakan sejak beberapa bulan lalu. Bagian atap yang lapuk dan rapuh bahkan berpotensi roboh, terutama saat hujan deras melanda wilayah tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua murid. Salah satu wali murid, Awal Budi Wibowo (40), mengaku waswas setiap kali anaknya mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas.
Baca Juga: Ancaman di Atas Kepala Siswa PAUD, Ortu Murid Cemas Atap Kelas Lapuk
"Informasi dari guru rusakan sudah lama, sudah berbulan-bulan. Atapnya sudah lapuk dan rusak parah. Apalagi sekarang sering hujan, kami sangat khawatir," ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret demi menjamin keselamatan anak-anak.
"Pasti sebagai orang tua was was. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Ini kan menyangkut keselamatan anak-anak," tambahnya.
Meski pihak sekolah telah mengajukan perbaikan, hingga kini realisasinya masih dinantikan. Dinas Pendidikan pun memastikan bahwa kondisi tersebut telah menjadi perhatian dan tengah diupayakan penanganannya melalui skema prioritas pembangunan.(adv)
Editor : Asep Awaludin